Membangun Keluarga Bahagia lewat Saling Mengampuni
- 08 Mar 2026 04:13 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Keluarga kristiani diajak untuk menyadari bahwa kehadiran Tuhan di tengah rumah tangga tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui buah dari kedamaian dan kerendahan hati untuk saling mengampuni.
Pesan mendalam ini menjadi inti dari kegiatan Pendalaman Kitab Suci Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang digelar di Rukun St. Ignasius, Saumlaki, pada Kamis (5/3/2026).
Ibadah pendalaman iman yang berlangsung khidmat tersebut dipandu oleh Bapak Richard Lalamafu. Dalam arahannya, Richard menekankan bahwa kunci utama kebahagiaan sebuah keluarga katolik terletak pada sejauh mana anggota keluarga mampu mempraktikkan pengampunan dalam keseharian mereka.
Merujuk pada wejangan Pastor Paroki St. Mathias Saumlaki, RD. James Max Tharop, Pr, yang mengutip pesan Bapa Suci Paus Fransiskus, Lalamafu mengingatkan umat bahwa tidak ada satu pun keluarga di dunia ini yang luput dari kekurangan dan kerapuhan. Ketidaksempurnaan adalah bagian dari kemanusiaan, namun pengampunan adalah bagian dari ilahi.
"Keluarga itu tidak ada yang sempurna. Kita semua memiliki cacat dan cela. Namun, jika kita rindu untuk berjalan menuju kesempurnaan kasih, kita harus berani saling mengampuni. Pengampunan itulah yang menjadi jembatan bagi hadirnya harapan akan kebersamaan yang sejati," ungkap Richard di hadapan umat rukun.
Suasana kegiatan malam itu terasa sangat dinamis dan hidup. Richard memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh umat, termasuk anak-anak Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner (Sekami) yang hadir. Keaktifan anak-anak dan orang dewasa dalam membagikan pengalaman iman mereka terkait bacaan Kitab Suci memberikan warna tersendiri pada Ibadah rukun tersebut.
Menurut Richard, keberanian umat dalam memberikan kesaksian hidup baik suka maupun duka justru memperkaya makna pendalaman iman di masa Pra-Paskah ini. Melalui sharing pengalaman, umat diajak untuk melihat bahwa Tuhan bekerja secara nyata dalam peristiwa-peristiwa kecil di dalam rumah tangga mereka.
Kegiatan APP ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum transformasi bagi setiap keluarga di Rukun St. Ignasius untuk membangun Gereja Domestik yang penuh kasih. Dengan saling mengampuni, keluarga-keluarga di Saumlaki diajak untuk menjadi saksi hidup bahwa Tuhan benar-benar hadir dan bertahta di tengah-tengah mereka.