Masyarakat Minta Diknas masukan Muatan Lokal Dalam Kurikulum

  • 06 Agt 2025 11:58 WIB
  •  Saumlaki

KBRN, Saumlaki: Mata pelajaran anyaman atap tradisional dapat menjadi cara yang efektif untuk melestarikan budaya dan mengembangkan ketrampilan siswa. Salah satu pengrajin atap tradisional Acelo, baru-baru ini ditemui rri.co.id pada acara Budaya seribu pulau.

Acelo mengatakan kebijakan Pemerintah agar adanya mata pelajaran di sekolah yaitu mata pelajaran anyaman atap tradisional dapat menjadi bagian dari kurikulum sekolah yang focus pada pelestariaan budaya dan pengembangan ketrampilan manual yang dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi siswa terhadap warisan budaya.

‘’ Di sekolah-sekolah harus adakan pelatihan untuk mengajarkan teknik membuat anyaman atap rumbia kepada generasi muda, lebih khusus anak sekolah untuk mendukung ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan’’, katanya.

Ditambahkan Acelo , dengan memasukan anyaman atap rumbia dalam muatan lokal, sekolah dapat membantu siswa memahami dan menghargai budaya lokal serta mengembangkan ketrampilan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

"Kami minta Dinas Teknis mampu mengangkat kearifan Lokal ini,karena jika tidak dilatih sedini mungkin, akan hilang ditengah degradasi Global yang sementara dialami Generasi muda masa kini, termasuk bahasa daerah Tanimbar yang sudah mulai hilang", pintanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....