Ketua Klasis Tanut Baru Dijemput Dengan ProsesiGerejadanAdat
- 09 Feb 2026 15:36 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki : Ketua Klasis Tanimbar Utara (Tanut) yang baru, Marta Pikarima Siwabessy, M.Th., bersama suami Yopi Siwabessy, dijemput secara resmi melalui rangkaian prosesi gerejawi dan adat pada Jumat, 6 Februari 2026, di depan Jalan Gedung Temarlolan, Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Prosesi penjemputan tersebut menjadi simbol perpaduan nilai gereja dan budaya lokal, serta wujud dukungan jemaat terhadap kepemimpinan baru di lingkup Klasis Tanut.
Marta Siwabessy tiba di lokasi penjemputan sekitar pukul 13.55 WIT dan disambut oleh pimpinan Gereja Protestan Maluku (GPM), para pendeta, serta unsur jemaat se-Kecamatan Tanimbar Utara. Turut hadir mantan Ketua KIasis Tanut Pdt. Z. Slarmanat, M.Si., Sekretaris Klasis Pdt. Y. Lopulalan, S.Si., serta Ketua Majelis Jemaat GPM Larat Kota Pdt. Viktor Patty, bersama seluruh pendeta se-kecamatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengalungan syal kepada pasangan Ketua Klasis oleh pihak GPM Larat Kota pada pukul 14/00 WIT. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyambutan tarian adat Tnabar Fanewal yang dibawakan oleh Sanggar SMP Kristen 1 Tanimbar Utara, sebagai bentuk penghormatan adat sekaligus penguatan identitas budaya lokal.
Sekitar pukul 14.20 WIT, rombongan bergerak menuju Kantor Klasis Tanut dengan iringan drumband siswa-siswi SMP Kristen 1 Tanimbar Utara. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIT dalam keadaan aman dan tertib.
Acara puncak ditandai dengan doa selamat datang yang dipimpin oleh Pdt. Viktor Patty pada pukul sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan penjemputan.
Sebagai Ketua Klasis Tanut yang baru, Ny. Marta Pikarima Siwabessy akan mengemban tanggung jawab strategis dalam menggerakkan tiga fungsi utama gereja, yakni persekutuan (koinonia), kesaksian (marturia), dan pelayanan (diakonia) bagi seluruh jemaat di wilayah Tanimbar Utara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan soliditas jemaat serta sinergi antara gereja, masyarakat, dan unsur lokal dalam menyongsong kepemimpinan Klasis Tanut yang baru.