Pentas Seni GSMS 2025 di Tanimbar Tekankan Identitas Budaya Sejak Dini
- 16 Des 2025 16:39 WIB
- Saumlaki
KBRN, Saumlaki : Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati dr. Juliana Chatarina Ratuanak yang saat ini memimpin kabupaten Kepulauan Tanimbar mempunyai komitmen yang besar dalam memperkuat identitas budaya melalui generasi muda, yang adalah penerus Bangsa terutama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar .
Pentas Seni Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2025, yang digelar pada Senin 15 Desember 2025, yang dibuka oleh Wakil Bupati dr Juliana Chatarina Ratuanak, mewakili Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menyampaikan bahwa, seni dan budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda Tanimbar yang modern dan berakar pada jati diri daerah, dihadapan para siswa dari sekolah-sekolah se-Kecamatan Tanimbar Selatan, para seniman lokal, serta jajaran pemerintah daerah.
"Bangsa kita saat ini memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan 1.340 suku, yang didalanya terdapat kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, termasuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang juga memiliki seni dan budaya sejak kabupaten kita ini ada dan sampai saat ini, masih di kenal dengan kabupaten Duan dan Lolat, katanya.
Kabupaten yang dijuluki Kabupaten Duan lolat memiliki beragam seni budaya seperti seni tari, menenun, mengukir, hingga anyaman, yang tumbuh dan berkembang sebagai identitas masyarakat Duan Lolat. Dan pengenalan identitas budaya Tanimbar mulai berkembang sejak dini, khususnya melalui institusi pendidikan formal.
Sementara Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang digagas Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan rasa bangga dan cinta budaya kepada para siswa, sekaligus bertujuan membangun kesadaran siswa akan identitas dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang berbudaya, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur, ujarnya.
Dengan begitu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri telah berpartisipasi dalam program GSMS sejak tahun 2018 hingga 2025. Maka tahun ini, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda Tanimbar semakin kreatif, inovatif, dan berani berkarya sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.
"Dalam momen yang penuh sukacita itu, Wakil Bupati juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama empat bulan pendampingan seniman sebagai bekal masa depan. Sebab ilmu yang di peroleh saat ini, tidak diulangi di waktu-waktu yang akan datang, karena selangkah saja dalam menerima ilmu, sudah memberikan kepastian yang menjanjikan, jangan pernah lupa bahwa kalian adalah orang Tanimbar yang cerdas, dan berbudaya",tegasnya.
Jauwerissa juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi atas dukungan terhadap pelaksanaan GSMS 2025 di Tanimbar. Apresiasi juga diberikan kepada para seniman lokal yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi para siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....