Bupati Kepulauan Tanimbar Buka Konferensi PGRI ‎

  • 01 Agt 2025 17:08 WIB
  •  Saumlaki

KBRN, Saumlaki : ‎Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, resmi membuka Konferensi Kabupaten dan Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2025, yang digelar di Saumlaki, Jumat 1 Agustus 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi para guru di wilayah itu dalam merumuskan arah dan strategi pendidikan ke depan.

‎‎Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi para pengurus dan anggota PGRI dalam membangun kualitas pendidikan di Kepulauan Tanimbar.

Bupati menegaskan bahwa,peran guru saat di sekolah bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi juga pendidik yang membentuk karakter generasi muda. Sebab pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan karakter dan pembelajaran hidup. Guru harus hadir dengan hati, kreativitas, dan kepedulian,katanya.

‎Konferensi ini dihadiri oleh Wak il Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Umum PGRI Provinsi Maluku, PJ Sekda, para staf ahli Bupati, kepala OPD, serta para guru dan pengurus PGRI se-Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

‎Menurut Bupati Ricky, konferensi ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program kerja PGRI sebelumnya sekaligus merumuskan rencana kerja yang lebih terarah dan berdampak.

‎Tak hanya itu, forum ini juga dijadikan ajang untuk memilih kepengurusan PGRI yang baru. Ia berharap proses konferensi berjalan aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin yang visioner.

‎"PGRI harus menjadi motor penggerak perubahan dalam dunia pendidikan. Organisasi ini tak boleh hanya jadi pelengkap struktur, tapi juga penjaga standar moral dan profesionalisme guru,katanya.

‎Bupati menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi sektor pendidikan di daerah, termasuk krisis penghayatan terhadap profesi guru. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dan tenaga pendidik hanyalah sebagian dari masalah yang ada.

‎Ia mengajak para guru untuk mengevaluasi metode dan pendekatan yang digunakan dalam mengajar, serta mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan jejaring profesional.

"‎Kalau kita tidak belajar hal baru, maka kita akan tertinggal. Murid-murid kita bisa kehilangan arah dalam menapaki masa depan", tutur Jauwerissa.

‎Di akhir sambutannya, Bupati Ricky menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendukung pembangunan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.Sinergi antara Pemda dan PGRI menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan merata hingga pelosok Tanimbar, katanya.

‎Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus PGRI periode 2019-2014 atas dedikasi mereka, serta menyampaikan pesan penuh makna kepada para guru, sebab profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan jiwa untuk membentuk peradaban. Di tangan gurulah, anak-anak belajar bermimpi dan disiapkan menghadapi dunia yang terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....