Perilaku Buang Sampah Sembarangan Jadi Pekerjaan Rumah Generasi Muda Sanggau
- 03 Sep 2026 21:11 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kawasan alam yang semestinya menjadi ruang untuk menikmati keindahan justru masih dihadapkan pada persoalan sampah yang ditinggalkan pengunjung. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di kalangan anak muda, masih membutuhkan perhatian dan dorongan lebih serius.
Ketua Mapala Saka, Heribertus Novendra, menilai kesadaran anak muda terhadap lingkungan saat ini masih tergolong minim. Pengalaman berkegiatan di sejumlah kawasan alam dan lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat membuatnya melihat persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Kalau untuk anak muda sekarang minatnya peduli lingkungan ini masih bisa dibilang sangat minim, karena saya sudah beberapa kali ke alam dan ke tempat-tempat yang memang viral itu banyak sekali sampah. Sudah pernah dibersihkan sekali, tapi besoknya pasti ada lagi,” kata Novendra dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Kamis, 3 September 2026.
Diakuinya, persoalan tersebut terlihat ketika kawasan yang telah dibersihkan kembali dipenuhi sampah setelah didatangi pengunjung. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa kegiatan membersihkan lingkungan belum cukup apabila tidak dibarengi perubahan perilaku dan kesadaran dari setiap orang yang berkunjung.
“Dari situ malah membuat pendapatan di masyarakat itu meningkat dengan adanya orang datang ke situ. Tapi, kekurangannya itu di sampah, sampahnya itu banyak sekali, bukan cuma satu, dua, tiga, mungkin ada ribuan,” ungkap Novendra.
Ia mengatakan, meningkatnya aktivitas wisata memang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar karena membuka peluang ekonomi baru. Namun, manfaat tersebut berpotensi diiringi persoalan lingkungan apabila para pengunjung tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan kawasan yang mereka datangi.
“Kalau kita bersihkan hari ini pasti besoknya masih ada, jadi memang kurang itu, satu sisi pendapatan masyarakat meningkat, tapi satu sisi yang lain sampahnya juga banyak bertebaran. Jadi memang kesadaran dari kita juga yang menjadi PR lagi,” jelasnya.
Menurut Novendra, kepedulian terhadap lingkungan sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan yang sederhana dan dilakukan secara konsisten. Ia juga mengingatkan anak muda untuk tidak membuang sampah maupun puntung rokok sembarangan, terutama dalam kondisi kemarau ketika lingkungan berada dalam keadaan kering dan lebih rentan terhadap kebakaran.
“Pesan saya buat kawan-kawan yang di luar sana jangan takut untuk menyuarakan kepedulian lingkungan. Karena kalau manusia jaga hutan, hutan akan jaga kita,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....