Dari Konten Jadi Pelanggan, Ini Strategi Penjual Cemilan Sanggau
- 18 Sep 2026 20:15 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Sebuah unggahan makanan di media sosial bisa saja berhenti sebagai tontonan, tetapi bagi bisnis Penjual Cemilan Sanggau, konten justru menjadi jalan yang menghubungkan calon pembeli dengan produk di toko. Tak sedikit konsumen yang melihat unggahan, menyimpan atau menangkap layar produk, kemudian menggunakannya sebagai referensi saat ingin membeli.
Owner Penjual Cemilan Sanggau, Novia Purna Ningsih, mengatakan kebiasaan mengunggah produk secara rutin membuat konsumen semakin mengenali makanan yang ditawarkan. Konten yang muncul berulang kali di media sosial juga membantu calon pembeli mengetahui produk apa yang sedang tersedia sebelum mereka datang ke toko.
“Saya sering upload kue-kue yang ready, biasanya bukan cuma di konten tetapi juga di story. Jadi orang sering screenshot untuk minta dibelikan, terutama kalau ada titipan dari istri,” kata Novia dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI Sanggau, Jumat, 18 September 2026.
Novia menjelaskan, unggahan di media sosial secara tidak langsung menjadi etalase digital yang dapat dilihat konsumen kapan saja. Ketika produk yang mereka lihat sesuai dengan keinginan, konsumen kemudian memiliki gambaran lebih jelas mengenai makanan yang hendak dicari atau dibeli.
“Kalau ada orang dari luar kota Sanggau atau suami yang disuruh istrinya belanja, mereka biasanya menunjuk konten dan bertanya apakah produknya ada. Bahkan ada yang langsung bilang, ‘Kak, ini ada enggak?’ setelah melihat kue yang saya upload,” ungkap Novia.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat konten tidak hanya berfungsi untuk mengenalkan produk, tetapi juga mempermudah komunikasi antara penjual dan calon pembeli. Audiens yang sebelumnya belum tentu mengetahui nama atau bentuk produk dapat langsung menggunakan unggahan sebagai acuan ketika melakukan pemesanan.
Menurut Novia, cara tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan konsumen saat ini yang semakin akrab dengan pencarian informasi melalui media sosial. Karena itu, ia berusaha menjaga agar produk tetap muncul dalam berbagai bentuk konten tanpa membuat seluruh unggahan terasa seperti iklan.
“Saya memang suka banget bikin konten, walaupun receh enggak apa-apa, yang penting menarik perhatian. Konten value digunakan untuk mencari audience, kemudian promotional content membantu mengubah audience menjadi customer karena ketika mereka melihat produknya, bisa muncul rasa ingin membeli,” jelas Novia.
Bagi pelaku UMKM, pola tersebut memperlihatkan bahwa media sosial dapat berfungsi sebagai jembatan dari perhatian menuju transaksi. Konsistensi menampilkan produk, menjaga komunikasi dengan audiens, dan membuat konten yang menarik menjadi langkah yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....