Teraju Indonesia Soroti Krisis Lingkungan dan Udara Sanggau
- 07 Okt 2026 12:25 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kondisi kualitas udara di Kabupaten Sanggau hingga saat ini dinilai masih menjadi perhatian, meskipun tingkat polutan disebut mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan asap yang terlihat, tetapi juga dengan kondisi lingkungan dan keberadaan hutan yang berperan penting dalam menjaga kualitas udara.
Direktur Eksekutif Teraju Indonesia, Agus Sutomo, mengatakan kualitas udara di Sanggau sampai saat ini belum sepenuhnya membaik. Menurutnya, yang mengalami penurunan baru tingkat polutan, sementara persoalan lingkungan yang menjadi penyebab pencemaran udara masih membutuhkan penanganan secara menyeluruh.
“Kualitas udara Sanggau sampai saat ini belum baik-baik saja, meskipun polutannya mulai turun,” ungkap Agus Sutomo dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 7 Oktober 2026.
Ia menyebut, kondisi tersebut masih menjadi perhatian pada awal Oktober, berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 3 Oktober, masih terdapat tujuh titik panas atau hotspot yang terindikasi di wilayah Sanggau. Kondisi tersebut semakin perlu diwaspadai karena Indonesia juga tengah menghadapi fenomena El Nino dengan kondisi yang cukup ekstrem.
Menurutnya, kerusakan dan berkurangnya tutupan hutan turut memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menyerap partikel pencemar. Ia menyoroti hilangnya sekitar 6.000 hektare hutan dan mempertanyakan apakah kualitas udara dapat kembali sehat apabila kawasan hutan yang berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan terus berkurang.
“Kalau hutan lebat yang mampu menyerap partikel rusak dan hilang sampai ribuan hektare, kita perlu bertanya, apakah udara sehat bisa kembali,” ujarnya.
Agus meminta Pemerintah Kabupaten Sanggau memperhatikan persoalan alih fungsi hutan dan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kerusakan lingkungan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) perlu menyinkronkan data dan kebijakan, termasuk memanfaatkan data kebencanaan sebagai dasar dalam mencegah serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.
Ia berharap persoalan lingkungan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sanggau, termasuk dalam menjaga tata ruang dan mempertimbangkan dampak kegiatan pembangunan terhadap masyarakat. Pembangunan perlu berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan, termasuk mendorong gerakan satu rumah satu pohon untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....