Petani Tradisional Terganjal Dilema Pengelolaan Lahan

  • 24 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Pengelolaan lahan oleh petani tradisional menjadi salah satu pembahasan dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk praktik pembukaan lahan yang masih dilakukan masyarakat. Kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan masyarakat adat, hak pengelolaan lahan, serta aktivitas pertanian yang dilakukan secara turun-temurun.

Hal tersebut disampaikan Adrianus Asia Sidot, Anggota Komisi IV DPR RI dalam dialog Sanggau Menyapa RRI PRO1 Sanggau, Kamis 24 September 2026. Menurutnya, praktik pembakaran lahan oleh petani tradisional perlu dilihat secara bijak dengan mempertimbangkan kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kalau kita berbicara petani tradisional yang membakar lahan ini sebenarnya harus dilihat secara bijak juga secara arif agar bisa melihat persolan ini secara hitam putih," ucapnya.

Ia menjelaskan, masyarakat adat yang juga menjalankan pertanian tradisional tetap memiliki hak untuk mengelola lahan yang mereka miliki. Hak tersebut perlu diperhatikan dalam pembahasan mengenai pengelolaan lahan, terutama dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih menggantungkan kehidupan pada aktivitas pertanian tradisional.

"Menurut saya, masyarakat adat yang juga petani tradisional ia juga tetap memiliki hak mereka untuk mengelola lahan mereka sendiri," katanya.

Menurut Adrianus, petani tradisional kerap dikaitkan dengan aktivitas pembakaran lahan, meskipun kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan intensitas kegiatan yang dilakukan. Pemerintah daerah juga dinilai telah melakukan upaya untuk mengakomodir kebutuhan serta aktivitas petani tradisional di wilayahnya.

"Petani-petani tradisional kita identik dengan para pelaku pembakar lahan, tapi saya tidak setuju itu mbak karena dari sisi intensitas inikan mereka sangat terbatas dan dari pemerintah daerah juga sebenarnya juga sudah cukup mengakomodir," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....