Minat Kunjungan Perpustakaan Tetap Terjaga di Era Digital

  • 14 Sep 2026 15:36 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Perpustakaan masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi membuat perpustakaan perlu mengembangkan layanan, baik secara konvensional maupun melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sanggau, Saula mengatakan, tren kunjungan ke perpustakaan dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan metode layanan, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang kini dapat memperoleh informasi melalui berbagai sumber digital.

“Dalam tiga tahun terakhir kunjungan perpustakaan mengalami naik dan turun, karena itu, layanan konvensional secara fisik dan layanan digital melalui pemanfaatan teknologi harus berjalan berkesinambungan, menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” ungkap Saula dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 14 September 2026.

Ia menjelaskan, meskipun masyarakat khususnya anak-anak semakin dekat dengan penggunaan gawai, kebutuhan terhadap buku secara fisik masih tetap ada. Hal tersebut terlihat dari masih adanya kunjungan siswa dari berbagai sekolah yang datang ke perpustakaan untuk mencari bahan bacaan maupun memenuhi tugas yang diberikan sekolah.

Menurut Saula, keberadaan buku secara fisik masih memiliki keunggulan karena dapat membantu anak lebih fokus membaca dan memahami materi. Sementara penggunaan gawai memberikan akses informasi yang lebih luas, namun juga memiliki potensi membuat perhatian anak teralihkan karena tersedia berbagai aplikasi dan konten lain di dalamnya.

“Anak-anak memang tidak bisa lepas dari gawai, tetapi mereka tetap membutuhkan buku, sampai sekarang masih ada siswa dari sekolah yang datang ke perpustakaan karena mendapatkan tugas dan membutuhkan sumber bacaan secara langsung,” jelasnya.

Saula menyebut, masyarakat umum juga masih memanfaatkan perpustakaan meskipun berada di tengah perkembangan dunia digital dan AI. Berdasarkan data kunjungan, pada 2024 tercatat sebanyak 4.737 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 5.567 kunjungan pada 2025, sedangkan hingga Agustus 2026 telah mencapai 4.126 kunjungan, naik turunnya jumlah kunjungan dipengaruhi waktu akademik, jenis layanan, ketersediaan fasilitas, serta kenyamanan masyarakat ketika berada di perpustakaan.

Lebih lanjutnya layanan perpustakaan terbuka luas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan informasi melalui pengembangan koleksi buku dan layanan digital. Namun, pemanfaatan layanan digital belum sepenuhnya merata karena masih terdapat kendala jaringan internet di sejumlah wilayah, karena itu, pembaruan koleksi perlu dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan informasi masyarakat.

“Harapan kami ke depan, perpustakaan terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat masyarakat mendapatkan ilmu, koleksi dan layanan akan terus kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....