DKPTPHP Sanggau Imbau Pembudidaya Tunda Budidaya saat Kemarau
- 07 Sep 2026 20:27 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – DKPTPHP Kabupaten Sanggau menyarankan pembudidaya ikan menunda kegiatan budidaya selama kondisi kemarau masih berdampak terhadap kualitas air. Kepala Bidang Perikanan DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Butet Karolina Barus, mengatakan kondisi air yang buruk dapat meningkatkan tingkat kematian ikan selama proses budidaya.
“Kalau posisi kemarau seperti ini, kualitas air, indeks kuantitasnya berkurang dan kualitasnya juga berkurang, jadi mempengaruhi produksi kita. Terutama serangan penyakit banyak dalam proses produksi, jadi kegagalan panen bisa jadi terjadi, baik itu skala kecil ataupun besar,” kata Butet di Sanggau, Senin 7 September 2026.
Menurutnya, kondisi kemarau tidak hanya mengurangi ketersediaan air, tetapi juga memengaruhi kualitas air yang menjadi faktor penting dalam budidaya ikan. Kondisi tersebut membuat ikan lebih rentan terserang penyakit dan mengalami kematian, terutama apabila sumber air tidak mengalir dengan baik.
“Kalau sudah skala seperti ini dengan kemarau yang panjang, kita usahakan mereka itu cepat panen sajalah. Atau mencari sumber air yang lebih berkualitas untuk mengusahakan sampai tingkat panen,” ujarnya.
Butet menjelaskan, beberapa penyakit yang rentan menyerang ikan selama kondisi air kurang baik antara lain koreng pada ikan lele serta gangguan pada insang ikan nila. Risiko tersebut semakin tinggi pada ikan berukuran besar yang dipelihara di kolam dengan kondisi air yang tidak mengalir.
“Kalau sudah skala seperti ini dengan kemarau yang panjang, kita usahakan untuk jangan dulu berbudidaya. Karena dengan kualitas air seperti ini, tingkat kematiannya tinggi,” jelasnya.
Ia mendorong pembudidaya yang masih menjalankan proses produksi untuk melakukan pencegahan sejak dini. Pembudidaya diminta memperhatikan kualitas air dan segera memisahkan ikan yang terserang penyakit agar tidak menyebar ke ikan lainnya.
“Biasanya kami sosialisasi untuk penanganan awal. Kalau sudah dalam arti tingkatnya berat, kita suruh pindahkan, dalam arti kita pisahkan dengan kawanannya yang lain,” ungkapnya.
Sementara untuk kasus penyakit yang masih ringan, Butet memaparakan, pembudidaya dapat melakukan penanganan awal menggunakan bahan sederhana yang direkomendasikan petugas. Namun, apabila kondisi air terus memburuk, pembudidaya disarankan mengutamakan panen atau mencari sumber air yang lebih baik sebelum kembali memulai siklus budidaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....