Wabup Sanggau Dorong Investor Bantu Atasi Krisis Air Bersih
- 04 Sep 2026 20:38 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mendistribusikan air bersih kepada warga RT 11 Segole, Kelurahan Tanjung Kapuas pada Jumat, 4 September 2026. Ketua GOW Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas kesulitan air bersih yang dialami warga.
“Jadi ya, hari ini terima kasih kepada Ibu-ibu Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sanggau ya. Kebetulan saya sendiri sebagai ketua juga,” ujar Susana Herpena di Sanggau.
Susana menyebut, kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Ia menjelaskan, pendistribusian air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Ini adalah upaya bagaimana aspirasi dari masyarakat ini bisa kita realisasi, dimana kemarau yang panjang ini akhirnya berdampak terhadap kekeringan. Dan warga di Segole ini merasa sangat sulit sekali mendapatkan air bersih,” ungkapnya.
Dikatakan, sebanyak 10.000 liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 kepala keluarga yang terdampak kekeringan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan investor di Kabupaten Sanggau turut membantu masyarakat yang terdampak.
“Dan tentunya, pada kesempatan ini saya mengajak juga seluruh pelaku usaha investor yang ada di Kabupaten Sanggau untuk tersentuh, bisa membantu kekeringan di tempat-tempat wilayah lain. Hilangkan ego sektoral dan bantu masyarakat yang lagi kesulitan air bersih,” ucapnya.
Susana juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama kondisi kekeringan berlangsung. Menurutnya, keterbatasan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat saat ini.
Sementara itu, Ketua RT 11 Segole, Safarinus Heroni, mengapresiasi pendistribusian air bersih yang dilakukan GOW Sanggau. Ia mengatakan, warga selama ini mengandalkan sungai dan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Kami sangat menyambut baik pendistribusian air bersih ini karena warga memang lagi kesulitan air. Selama ini kami mengandalkan sungai dan sumur bor, tapi keduanya sudah kering jadi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, dan dua bulan sudah kami mengalami kekeringan,” kata Safarinus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....