Dua Bulan Tidak Hujan, Warga Ketori Kesulitan Air Bersih

  • 01 Sep 2026 15:28 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Kemarau yang berlangsung lebih dari dua bulan membuat warga Dusun Ketori dan Selabau di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau kesulitan mendapatkan air bersih. Warga Dusun Ketori, Fidelis Alim, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat harus berjalan kaki hingga berjam-jam untuk mendapatkan air bersih.

"Kurang lebih dua bulan lebih kemarau, dampaknya kami di Dusun Ketori dan Selabau selama ini mengalami krisis air bersih, sehingga kami kesulitan untuk mengambil air," kata Fidelis di Ketori, Selasa 1 September 2026.

Menurut Fidelis, kondisi kekeringan tersebut memaksa warga harus berjalan kaki untuk mencari sumber air bersih. Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah dengan curah hujan yang tidak kunjung muncul di lokasi tersebut sampai hari ini.

"Juga membuang waktu sekian jam untuk berjalan kaki mendapatkan sumber air bersih. Namun, sampai saat ini hujan belum kunjung tiba," ucapnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang terdampak kekeringan. Ia menilai, bantuan penampungan air menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki persediaan air yang layak di tengah kemarau.

"Daripada itu, atas nama masyarakat Dusun Ketori dan Dusun Selabau, mohon perhatian Pemerintah Kabupaten Sanggau sekaligus Provinsi Kalimantan Barat agar berpartisipasi dengan masyarakat Ketori sekiranya dapat memberikan kami penampungan air yang layak untuk masyarakat Ketori," katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Matheus, mengatakan kesulitan air tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan minum, tetapi juga untuk mandi. Ia menyebut, kondisi Sungai Selabau yang keruh membuat warga harus mencari sumber air bersih ke lokasi lain.

"Dampak kemarau di Dusun Ketori Selabau sangat sulit untuk mendapatkan air bersih, juga untuk mandi. Sungai Selabau saat ini memang keruh, tidak bisa untuk mandi," kata Matheus.

Menurutnya, warga kini harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk mendapatkan air bersih dari Sungai Sompun. Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan tong penampungan air bagi masyarakat di setiap kepala keluarga.

"Bahkan kami sekarang sudah mengambil air bersih untuk minum menempuh jarak satu jam ke lokasi Sungai Sompun namanya. Juga kami sebagai warga biasa ingin menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk bisa memperhatikan, menyumbangkan tong satu per keluarga," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....