Antisipasi Super Flu, LKK Entikong Perketat Pemeriksaan Pelintas Batas

  • 02 Okt 2026 23:13 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Entikong memperketat pengawasan pelaku perjalanan luar negeri yang melintasi PLBN Entikong. Pengawasan dilakukan secara konsisten guna mendeteksi serta mencegah penularan virus dan wabah penyakit ke dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Heri Iswandi, Anggota Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan, LKK Entikong dalam Obrolan Sehat RRI PRO1 Sanggau, Jumat 2 Oktober 2026. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan bagi para pelintas yang menunjukkan gejala tertentu agar petugas dapat mendeteksi potensi risiko penularan lebih cepat dan akurat.

"Untuk cek kesehatan biasanya kami lakukan itu memang bagi pelintas-pelintas yang mempunyai gejala," ucapnya.

Heri menjelaskan, pemeriksaan kesehatan juga terbuka bagi setiap pelaku perjalanan yang secara proaktif melaporkan kondisi tubuhnya kepada petugas. Langkah pelayanan mandiri tersebut biasanya dimanfaatkan oleh para pelintas yang merasakan keluhan fisik tertentu, seperti mengalami pusing atau badan terasa lemas selama perjalanan.

"Mereka yang melapor bahwa mereka pengen di cek kesehatanya, misalnya mereka ada gejala pusing, lemah atau lemas," katanya.

"Kalau untuk pelintas-pelintas umum yang sehat bisanya kami random untuk kesehatannya, tapi yang jelas semua pelintas yang memiliki gejala kami cek kesehatannya dan mereka yang melapor ke fasilitas kami," jelasnya.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan bagi pelintas batas umum yang tampak sehat biasanya dilakukan secara acak oleh petugas. Kendati demikian, peninjauan medis secara intensif tetap diberlakukan secara wajib bagi setiap individu yang menunjukkan gejala tertentu maupun mereka yang secara proaktif melapor ke fasilitas kesehatan.

"Sjauh ini untuk penyakit yang tidak boleh melewati Indonesia belum ada, tapi kalau untuk yang pulang dari negara tetangga, kita cek kesehatannya bulan Juli, nah itu positif Influenza A," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....