Serapan Anggaran Desa Bagan Asam Minim, Per Oktober Baru 40 Persen

  • 06 Okt 2026 15:28 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Penyerapan Dana Desa 2026 di Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau hingga Oktober ini baru mencapai sekitar 40 persen. Kondisi geografis dan sejumlah agenda penting desa menjadi faktor yang membuat realisasi anggaran berjalan lebih lambat.

Kepala Desa Bagan Asam, Liliapati mengatakan, kondisi geografis menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan dan penyerapan Dana Desa. Dari empat dusun yang ada, Ia menjelaskan, dua dusun di antaranya berada di wilayah sungai dan belum memiliki akses jalan darat.

“Kondisi geografis menjadi salah satu kendala bagi kami dalam melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk penyerapan Dana Desa. Jarak antardusun cukup jauh, terutama dua dusun yang berada di wilayah sungai, sehingga pelaksanaan kegiatan membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Liliapati dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 6 Oktober 2026.

Selain persoalan geografis, pemerintah Desa Bagan Asam juga tengah menyelesaikan sejumlah kegiatan yang dinilai penting pada tahun ini. Di antaranya penyelesaian tapal batas dengan desa tetangga, rencana tata ruang desa, serta pengusulan lahan pertanian di dua dusun agar dapat menjadi hak pengelolaan.

“Hal-hal tersebut menjadi salah satu alasan penyerapan kami agak terlambat. Namun, kami akan berupaya agar penyerapan Dana Desa sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM Pemdes) Kabupaten Sanggau, yang mencatat 12 desa dari 163 desa belum mengajukan penyaluran Dana Desa tahap kedua. Kepala DPM Pemdes Kabupaten Sanggau, Alian mengatakan, sebagian desa belum mencapai output 60 persen, sementara desa lainnya memiliki kendala karena lokasi yang cukup jauh dari sarana transportasi.

“Untuk tahun 2026, saya yakin 163 desa di Kabupaten Sanggau akan menyalurkan Dana Desa seluruhnya sebelum batas akhir, yang biasanya jatuh pada 14 Desember. Karena itu, kami terus mendorong desa agar segera mengajukan penyaluran sehingga seluruh Dana Desa dapat tersalurkan,” jelasnya.

Alian mengatakan, pemerintah melakukan evaluasi melalui pemerintah kecamatan sebelum penyaluran tahap berikutnya, termasuk melihat progres dan capaian kegiatan di lapangan. Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan kunjungan ke desa bersama tim pendamping untuk mengetahui kendala serta membantu pemerintah desa dalam memperbaiki tata kelola administrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....