Tiga Konten yang Bikin Dagangan Dilirik Netizen

  • 18 Sep 2026 20:16 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Di tengah derasnya persaingan bisnis kuliner di media sosial, sekadar mengunggah foto makanan ternyata belum cukup untuk membuat produk dilirik calon pembeli. Penjual Cemilan Sanggau memiliki cara tersendiri dengan menyusun konten berdasarkan tujuan, mulai dari memancing rasa penasaran hingga mendorong audiens melakukan pembelian.

Owner Penjual Cemilan Sanggau, Novia Purna Ningsih, mengatakan media sosial terutama Instagram telah dimanfaatkan sejak awal menjalankan usaha. Menurutnya, Instagram tidak hanya menjadi tempat menawarkan produk, tetapi juga membantu membangun identitas dan citra bisnis di hadapan calon konsumen.

“Saya biasanya pakai tiga tipe konten, pertama visual content yang tujuannya bikin orang penasaran dan tahu tentang produk kita, kemudian engagement content untuk mengisi konten harian dengan hal-hal yang seru. Sisanya promotional content yang paling sering digunakan untuk mengarahkan audience menjadi customer,” kata Novia dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI Sanggau, Jumat, 18 September 2026.

Novia menjelaskan, setiap jenis konten memiliki fungsi berbeda sehingga tidak semuanya harus berisi promosi secara langsung. Konten visual digunakan untuk memperkenalkan produk, sementara konten engagement dikemas lebih ringan agar akun bisnis tetap hidup dan mampu menarik perhatian audiens.

“Kalau promotional content, di tiga detik pertama saya langsung menunjukkan produk yang sedang direview secara close up, karena itu yang paling banyak bikin orang closing. Sedangkan engagement content lebih ke konten seru-seruan, tetapi tetap saya selipkan produk walaupun hanya beberapa detik,” ungkapnya.

Ia mengatakan konsistensi membuat konten juga menjadi bagian penting dalam strategi promosi yang dijalankannya. Bahkan, ia tidak membatasi diri untuk selalu membuat konten yang serius karena menurutnya konten sederhana dan mengikuti hal yang sedang ramai tetap dapat menjadi cara untuk mempertahankan perhatian audiens.

Bagi Novia, promosi melalui media sosial membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan tren. Ia sendiri banyak mencari inspirasi melalui TikTok, termasuk mempelajari resep serta melihat jenis makanan yang sedang menarik perhatian masyarakat untuk kemudian dikembangkan menjadi produk.

“Dari awal jualan, saya memang sangat memanfaatkan media sosial, terutama Instagram, karena paling mudah untuk dipahami dan untuk branding. Walaupun kontennya kadang receh, enggak apa-apa, yang penting ada konten yang menarik perhatian dan tetap ada produk Fia di dalamnya,” jelasnya.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa promosi digital tidak selalu harus dilakukan dengan menawarkan produk secara terus-menerus kepada audiens. Dengan mengombinasikan konten informatif, interaktif, dan promosi secara konsisten, pelaku UMKM dapat membangun kehadiran bisnis sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menjangkau calon pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....