Indonesia Perkuat Hilirisasi Pertanian Hadapi Pasar Dunia
- 01 Okt 2026 13:27 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Indonesia terus memperkuat hilirisasi pertanian untuk mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasar internasional. Langkah ini membuka peluang agar kekuatan pertanian tidak hanya bertumpu pada produksi bahan baku, tetapi juga pada industri pengolahan dan pemasaran produk jadi.
Hilirisasi mencakup berbagai komoditas strategis seperti kelapa, kelapa sawit, kakao, kopi, tebu, rempah-rempah dan jambu mete yang memiliki pasar luas. Kementerian Pertanian menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi membutuhkan ketersediaan bahan baku, produktivitas, kualitas, teknologi pengolahan hingga kepastian pasar.
Kinerja perdagangan menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia memiliki ruang yang semakin besar di pasar global, dengan nilai ekspor produk segar dan olahan pada 2025 mencapai sekitar Rp756,69 triliun. Pada Januari hingga Juni 2026, ekspor komoditas pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat US$2,59 miliar, meningkat 1,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produk olahan menjadi penting karena memberikan kesempatan memperoleh nilai ekonomi lebih besar dibandingkan sekadar menjual bahan mentah. Pada komoditas sawit misalnya, nilai ekspor CPO dan turunannya mencapai US$4,69 miliar pada Januari-Februari 2026, meningkat 26,40 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kekuatan hilirisasi juga terletak pada kemampuannya menghubungkan petani dengan industri, teknologi, pembiayaan dan pasar internasional. Karena itu, peningkatan produktivitas dari lahan yang sudah tersedia, penggunaan benih unggul, peremajaan tanaman dan penerapan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok pertanian yang berkelanjutan.
Indonesia juga perlu memperkuat standar mutu, ketertelusuran dan keberlanjutan agar produk olahan pertanian mampu memenuhi tuntutan konsumen global. Kementerian Pertanian menyebut penguatan praktik perkebunan berkelanjutan dan pemenuhan standar pasar sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing komoditas Indonesia.
Jika produksi hulu dan industri hilir berkembang secara bersamaan, manfaat ekonomi dapat menyebar dari petani hingga pelaku industri dan pekerja di berbagai daerah. Pemerintah juga terus mengarahkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperluas lapangan kerja dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Dengan kekayaan sumber daya pertanian dan pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki modal untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pemain penting dalam hilirisasi pertanian dunia. Kuncinya adalah memastikan bahan baku berkualitas, industri pengolahan yang kompetitif, inovasi teknologi dan akses pasar berjalan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....