Dihantam Masalah Bertubi-tubi, Istighfar Jadi Jalan Keluar
- 13 Sep 2026 16:45 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID,Sanggau - Berbagai persoalan kehidupan yang datang silih berganti, mulai dari tekanan ekonomi, masalah keluarga hingga persoalan sosial, dapat memicu kegelisahan dan membuat seseorang merasa sulit menemukan jalan keluar. Kepala KUA Kecamatan Noyan, Fery Yanto, mengajak masyarakat menghadapi setiap persoalan dengan memperkuat introspeksi, memperbanyak istighfar, serta tetap melakukan ikhtiar nyata sesuai kondisi yang dihadapi.
“Ketika berbagai persoalan itu datang, ketika berbagai masalah itu datang tak kunjung henti, ke mana kita akan mencari jalan keluar? Pertama, kita harus sadari betapa dosa yang melekat pada diri ini mungkin begitu banyak, dan itu harus diakui terlebih dahulu,” ujar Fery Yanto , Kepala KUA Kecamatn Noyan, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 9 September 2026.
Menurutnya, kesadaran untuk mengakui kesalahan dan dosa menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri ketika seseorang menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sikap tersebut tidak hanya mendorong seseorang melakukan evaluasi diri, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan amalan keagamaan.
“Wajib kita akui, karena istighfar ini adalah pembuka jalan. Istighfar ini pembuka jalan, segala-gala jalan,” ujarnya.
Lebih lanjut Fery Mengatakan, Istighfar dan doa dinilai dapat menjadi bagian dari upaya spiritual untuk memperoleh ketenangan sekaligus memperkuat keyakinan ketika menghadapi persoalan yang belum menemukan penyelesaian. Namun, pendekatan spiritual perlu berjalan beriringan dengan usaha konkret agar setiap masalah dapat dihadapi secara lebih terarah dan tidak berhenti pada pengharapan semata.
“Kita tentu terus harus berikhtiar, kita bekerja, berdagang, bertani, berusaha, bermusyawarah, meminta nasihat dan mencari solusi,” ungkapnya.
Dengan demikian, kata Fery menghadapi persoalan kehidupan membutuhkan keseimbangan antara mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah. Introspeksi, istighfar, doa, bekerja, bermusyawarah, serta meminta nasihat dapat menjadi rangkaian ikhtiar agar seseorang tetap memiliki ketenangan, harapan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....