Perbaiki Mutu dan Akreditasi, Poltek Sendawar Kerja Sama Dengan Universitas Balikpapan

KBRN, Sendawar : Perguruan Tinggi Politeknik Sendawar Kutai Barat bekerja sama dengan Universitas Balikpapan (Uniba) dalam persiapan menuju perpanjangan akreditasi. Sebab akreditasi institusi maupun program studi Poltek akan berakhir Mei 2022 mendatang. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama itu pengurus Yayasan dan Direktorat Uniba menggelar presentase di Poltek Sendawar selama 3 hari sejak 27-29 mei.

Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan yang menaungi Uniba Balikpapan Belli Awai mengatakan, ia terpanggil ikut membantu Poltek Sendawar lantaran memiliki ikatan keluarga dengan warga Kubar.

“Pertama saya adalah orang sini putra daerah asli Kutai Barat. Saat berkunjung di sini kita melihat kasihan juga kalau tidak kita support. Siapa lagi kalau bukan kita. Karena kita orang daerah bagaimana caranya kita bisa membantu teman-teman yang ada di sini,” katanya.

Pria keturunan Tunjung-Benuaq Kutai Barat ini menjelaskan kerja sama kedua belah pihak ini sudah dilakukan melalui penandatanganan di Balikpapan April lalu. Tujuannya untuk sama-sama membangun Lembaga Pendidikan di daerah ini.

Dirut Polsen Selvina Melakukan Pengalungan Selamat datang kepada Ketua Yapenti Dharma Wirawan, Belli Awai di kantor Poltek (27/5/2021)

“Kewenangan kita untuk membantu juga karena kita sudah tanda tangan MoU. Atas dasar itu istilahnya kita legal untuk melakukan apapun pembenahan yang ada di sini. Kita optimis bahwa segala sesuatu itu kalau kita mau kerja pasti bisa menghasilkan yang terbaik,” ujarnya.

Keberadaan Poltek Sendawar menurutnya sangat strategis. Karena diapiti dua kabupaten yaitu Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Sayangnya satu-satunya PTS di Kubar belum jadi rujukan calon mahasiswa karena berbagai keterbatasan.

“Kita melihat bahwa tidak semua anak-anak kita bisa pergi ke luar kota, ke Samarinda, Tenggarong apalagi pulau-pulau lain dengan kondisi ekonomi yang sulit. Nah bagaimana kita meningkatkan sumber daya manusia yang ada di sini. Jadi mereka tidak perlu lagi keluar daerah, itu yang menjadi latar belakang kenapa kita datang ke sini,” ungkapnya.

Belli Awai menyebut pembenahan yang akan dilakukan sesuai perjanjian kerja sama salah satunya adalah system akademik berbasis teknologi. Sebab Poltek Sendawar sama sekali belum memiliki sistem yang terkoneksi secara digitalisasi. Padahal Kemendikbud maupun LLDIKTI mewajibkan semua perguruan tinggi mengisi data maupun laporan online secara berkala.

“Karena sekarang ini era revolusi industri 4.0 semua dokumen itu berbasis data dan berbasis online. Jadi kalau kita tidak cepat membuat sistem yang ada maka akan sulit,” tandas Belli.

Ketua Yayasan Uniba Belli Awai

Berikutnya adalah mempersiapkan SDM khususnya dosen. Sebab sesuai aturan pendidikan tinggi, semua dosen harus berijazah S2 dan harus linear.

“Nanti kita coba kerja samakan dengan provider-provider  yang ada di Kutai Barat ini, dengan pemerintah seperti apa. Karena itu juga salah satu penunjang dari mutu perguruan tinggi. Lalu linieritas itu sangat penting untuk mendongkrak akreditasi. Itu dua pokok yang harus segera dicari solusinya,” jelas Belli.

“Terus yang selebihnya itu masalah akreditasi, karena tinggal satu tahun lagi mau tidak mau kita kerja marathon, tidak bisa berleha-leha,” katanya.

Untuk itu ia meminta jajaran Polsen ikut bergerak cepat dan bersinergi dengan semua elemen Direktorat maupun Yayasan.

“Jangan sampai di dalam dunia pendidikan itu ada blok A blok B blok C, akhirnya kita rugi sendiri. Jadi coba dengan semua kemampuan yang kita punya, kita satukan tekad itu. Saya sangat yakin kita bisa, karena potensi yang ada di sekitar kita sangat mendukung,” bebernya.

Sisi positif dari Polsen kata dia cukup banyak. Misalnya lahan yang luas, ruang laboratorium hingga potensi mahasiswa.

“Saya sangat optimis Polsen bisa menjadi besar untuk di Kubar. Karena ini satu-satunya yang ada di Kubar. Kasihan juga anak-anak kita kalau banyak lulus SMA SMK ini tidak bisa melanjutkan kuliah. Terus saya pikir mungkin ada sekitar 70% yang dari Kubar itu kuliahnya keluar. Cuma sekitar 200-an mahasiswa disini, itu sangat ironi sementara kalau kita di Uniba satu Prodi aja bisa 1000 lebih,” tuturnya.

“Makanya saya bilang ini waktunya kita untuk bersama-sama bergandengan tangan. Lupakan perbedaan, bahwa perbedaan itu seharusnya memperkaya bukan membuat sekatan yang tidak berguna,” pesan petinggi Uniba itu.

BACA JUGA : 39 Mahasiswa Poltek Sendawar Akhirnya Diwisuda

Kunjungan Uniba dan Presentasi Rencana Akreditasi Polsen

Direktur utama Poltek Sendawar Selvina mengaku kerja sama dengan Uniba dilakukan demi mempercepat persiapan akreditasi. Sebab Uniba adalah Universitas ternama di Kalimantan Timur yang sudah  eksis sejak 1981 silam.

Menurutnya sejak ia menjabat dirut Polsen sudah banyak yang ia lakukan. Mulai dari pembenahan internal maupun eksternal. Namun untuk persiapan akreditasi cukup rumit. Bukan saja persyaratan yang sulit tetapi sebagian besar data utama Poltek amburadul sejak era kepemimpinan sebelumnya.

“Jujur saja dari Januari saya menjabat sebagai direktur itu benar-benar blank (kosong). Bukan blank tidak mengetahui tetapi blank saya harus berbuat apa dan mulai dari mana. Karena memang tidak tertata dan faktanya begitu. Kenapa saya bilang tidak tertata, dari data sumber dayanya, keuangan maupun dosennya itu datanya harus dikumpul ulang,” ungkap Selvina.

Ia menyebut untuk masalah dosen saja masih banyak yang berijazah S1. Sedangkan aturan untuk Pendidikan Tinggi minimal S2.

“Nah di sini dosen saja kita masih pakai S1 untuk mengajar.  Sedangkan untuk akreditasi itu sama sekali tidak ada nilai. Dalam kondisi ini saya harus secepat mungkin bisa mengganti status dosen yang S1 ini. Karena kalau pun saya memasukkan mereka tetap di sistem pengajaran tidak ada poin bagi Politeknik,” katanya.

Ironinya dalam kondisi seperti itu Selvina harus pontang-panting mencari pengganti. Beruntung Uniba bersedia membantu mengcover dosen Poltek dengan cara meminjam IDN.

“Tapi tetap kita harus punya dosen yang S2 semua. Syukurlah pak Belli mau bantu untuk memenuhi syarat kita bisa akreditas. Kalau dosen kita keseluruhannya 49 yang tertulis tetapi belum pemisahannya dengan dosen tidak tetap. Dosen S1 itu kurang lebih 23 orang jadi ya sangat minim sekali dosen S2-nya,” tandas Selvina.

Selvina - Dirut Poltek Sendawar

Menurutnya standar akreditasi DIKTI minimal 5 dosen linier di setiap program studi. Sehingga untuk dosen yang belum S2 solusinya wajib lanjut kuliah.

Selain dosen, Uniba juga akan menatar soal tata kelola yang mencakup kepegawaian dan kemahasiswaan. Dimana peran utama bukan semata-mata jadi tanggungjawab direktorat melainkan tanggungjawab yayasan.

“Terutama soal SK pegawai ternyata setelah kita telusuri semua itu adalah di Yayasan. Jadi sekarang mau tidak mau yayasan memang harus menggaji semua pegawai, jadi tugas direktorat adalah sebagai pelaksana Tri Dharma saja. Ini yang sehat,” imbunya.

“Itupun misalkan yayasan bilang oh silakan aja direktorat lah yang memegang penuh saya santai-santai saja, itu bisa dilakukan tidak juga fatal. Tapi memang ada koordinasi, hanya memang idealnya yang sehat dan tidak masalah maka yayasanlah yang urus,” lanjut dirut Poltek.

Ia menambahkan tidak mudah menata sebuah organisasi perguruan tinggi dengan dua komponen yang saling mengikat. Yaitu Yayasan dan direktorat. Apalagi ketika Yayasan sulit bergerak maka direktorat juga akan sulit mengelola. Terutama dalam hal keuangan.

“Politeknik ini sebenarnya tidak juga dibilang tidak mampu ketika memang pengelolaannya itu jelas. Contoh saja yang saya lakukan sekarang saya hanya mengelola keuangan yang dari mahasiswa hanya melulu dari SPP. Saya bisa melaksanakan wisuda, bisa membersihkan kampus, saya bisa merekrut beberapa pegawai dengan trik-trik saya menggunakan kontrak kerja dulu sebelum saya membuat SK pengikat,” ungkap Selvina.

BACA JUGA : Ketua Yayasan Poltek Sendawar Janji Segera Selesaikan Tunggakan Gaji Dosen

Sementara itu soal digitalisasi dalam tata kelola kampus menurutnya bukan tidak mampu. Tetapi karena faktor jaringan dan SDM.

“Kondisi Politeknik ini sendiri dengan jaringan indihome nya itu sudah kita coba tidak maksimal kalau hari-harinya kita online. Karena LL-DIKTI itu menginginkan semua pegawai membuat laporan harian supaya dia dapat nilai. Itu terus menerus setiap harinya, seperti diary-nya untuk bisa menaikkan nilai kampus atau universitas,” jelas dirut Polsen perempuan pertama itu.

Kemudian mengenai rencana perubahan status Diploma III ke Diploma IV serta penambahan 3 jurusan baru menurut Selvina akan terus diupayakan sesuai target awal. Hanya saja baik Uniba maupun LLDIKTI menyarankan agar lebih fokus menaikan akreditasi prodi yang sudah ada.

“Jadi sesuai saran mereka kita dari akreditasi B mungkin ke sangat baik aja dulu. Terus yang membuka prodi baru yang duluan ditanggapi oleh Uniba adalah menaikkan status. Mereka mau bantu kita mengurus persyaratannya karena tidak juga terlalu rumit. Tetapi memang sudah harus berjalan terutama laporan data-data yang 3 tahun sebelumnya,” ujar Selvi.

“Yang bisa cepat dinaikkan akreditasi itu adalah Administrasi Bisnis ke D4 karena sekarang sudah B. Tapi nanti kemungkinan besar saya mintanya ini sepaket antara kita mengajukan akreditasi naik menjadi BAIK, berbarengan dengan menaikkan status ke D4. Dua  ini yang saya mau moga-moga dalam tahun ini salah satunya ada yang lolos lah,” tuturnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan Prof.Dr.Ir, H.Udiansyah yang datang ke Kubar berbarengan dengan wisuda mahasiwa Poltek menjelaskan, untuk perpanjangan akreditasi sudah tidak terlalu rumit.

Karena sesuai peraturan Kemendikbud yang baru, akreditasi semua perguruan tinggi akan otomatis diperpanjang. Hanya saja jika ada yang kurang maka harus dilengkapi.

“Sekarang ini kan ada program yang namanya merdeka belajar kampus merdeka, jadi ke kampus itu dimerdekakan. Oleh karena itu yang namanya akreditasi itu sekarang ini berdasarkan peraturan menteri ketika sudah terakreditasi, maka 5 tahun kedepan nggak perlu akreditasi lagi. Tinggal pertahankan otomatis terakreditasi kampusnya merdeka dan tidak turun,” ujar prof Udiansyah.

Foto Bersama - Dirut Poltek, Ketua YPSS, Tim Uniba dan ketua LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan

Ia tak menampik banyak PTS gagal akreditasi hanya karena dosen tidak linear atau belum S2.

“Kita memang banyak tertinggal di dalam hal pengembangan dosen. Padahal pemerintah itu memberikan dana yang sangat luar biasa asal mau lanjut kuliah. Yang namanya sekolah itu kan nggak ada yang nyaman, belajar di kejar tugas, dimarahin dosen, apalagi kalau sudah tua-tua dimarahin dosen ngambek,” tukasnya.

Tata kelola dan SDM memang menjadi faktor kunci sebuah PTS bisa eksis. Hanya saja lagi-lagi sistem penjamin mutu di berbagai PTS belum maksimal.

“Adanya sistem penjaminan mutu internal dan itu mesti dilaksanakan. Ketika itu tidak dijalankan apa tindakan auditornya, harus begini kalau kamu tidak lakukan begini dinasehati. Ketika itu jalan semua maka soal akreditasi tidak ada masalah,” sambungnya.

“Harapan saya bagaimana indikator-indikatornya jelas. SDM, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, visi misi PTS, keuangan, kemahasiswaan dan outcome ada 9 kriteria. Kalau di Kalimantan sampai saat ini secara institusi belum ada yang terakreditasi unggul. Tertinggi akreditasi B. Sekarang sudah berubah  yaitu unggul, baik sekali dan baik. Yang unggul kita belum ada,” tutup prof Udiansyah.

Sementara anggota DPRD Kutai Barat Agus Sophian yang ikut serta mendengarkan paparan Uniba mengaku siap mendukung melalui kebijakan di lembaga dewan. Sebab Poltek adalah satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Kutai Barat.

Agus Sophian - Anggota DPRD Kubar

“Sebenarnya satu sisi kita berharap Politeknik ini tetap eksis karena memang Polsen ini adalah satu-satunya kebanggaan masyarakat Kutai Barat. Nah dengan adanya suport dari teman-teman Uniba maka Poltek ini ke depan akan lebih maju dan berkembang termasuk dari sisi dosennya kemahasiswaannya maupun kampusnya,” ujar politisi partai Nasdem itu.

“Bahkan kedepan kita mendorong agar Poltek ini menjadi Negeri. Karena memang satu-satunya kebanggaan tadi. Harapan kita Poltek ini jadi perguruan tinggi yang menjadi rujukan oleh masyarakat terutama masyarakat kita dari Mahulu,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar