Puasa Menumbuhkan Kepedulian dan Empati Terhadap Sesama

  • 11 Mar 2026 17:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Puasa merupakan ibadah yang memiliki makna spiritual dan empati sosial. Umat muslim berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja tetapi juga sebagai sarana untuk melatih diri menjadi lebih sabar, mengendalikan diri dari hawa nafsu dan peduli terhadap sesama.

Ketika seseorang berpuasa akan merasakan langsung bagaimana rasanya lapar dan haus sepanjang hari, hal ini menjadi pengingat bahwa masih banyak orang yang hidup dengan kondisi kekurangan, atau bahkan merasa lapar dan haus dalam waktu yang panjang. Dari kondisi seperti ini akan tumbuh rasa empati dan kepedulian pada sesama yang kurang beruntung dan dapat memahami keadaan atau penderitaan orang lain.

Tgk. Sayid Husein Almahdaly, S.HI selaku Anggota MPU Kota Banda Aceh mengatakan, puasa bukan hanya ibadah personil saja, yang artinya puasa ini menyangkut rahasia antara seseorang dengan Allah SWT. Puasa juga sebagai dimensi sosial yang menyangkut tentang kepedulian sesama, “Allah SWT memberi kita hati dan batin supaya kita dapat melihat saudara kita yang kekurangan dan merasakan sedikit yang mereka rasakan”, ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Senin 9 Maret 2026.

Lebih lanjut dikatakanya, puasa juga mengajarkan untuk bersedekah. Tradisi berbagi makanan saat berbuka puasa, memberi sedekah dan kegiatan sosial lainya dibulan Ramadan adalah bentuk atau contoh yang nyata dalam mendorong kepedulian terhadap sesama.

“Dalam momen bulan puasa ini, selain kita melakukan ibadah spiritual yaitu hubungan dengan Allah SWT tetapi juga dituntut hubungan manusia dengan manusia”, tambahnya.

Nilai-nilai yang dipelajari dalam bulan Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah berakhirnya Ramadan. Akan tetapi akan menjadi pengalaman spiritual dan membentuk karakter yang lebih peduli dan empati terhadap sesama dikehidupan sehari-hari.

Jika kepedulian dan empati kepada sesama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka masyarakat akan harmonis dan saling mendukung. Puasa menjadi pelajaran yang sangat penting tentang berbagi, peduli serta mempunyai rasa empati, dan manusia dapat sadar bahwa kehidupan tidak hanya untuk diri sendiri melainkan untuk kebersamaan.

“Marilah sama-sama kita bentuk kebersamaan dan kepedulian antara satu dengan lainnya mudah-mudahan kita mendatangkan rahmat dan ridho dari Allah SWT”, tutupnya.

Rekomendasi Berita