Perbedaan Cicil dan Tabung Emas, Kenali Sebelum Berinvestasi

  • 19 Jan 2026 21:30 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID - Sabang : Di tengah harga emas yang semakin meroket, emas tetap menjadi pilihan investasi yang banyak diminati masyarakat karena nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Seiring waktu pelayanan keuangan pun semakin berkembang, saat ini investasi emas dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya cicil emas dan tabung emas.

Meskipun sama-sama bertujuan untuk memiliki emas, mekanisme dan karakteristik keduanya berbeda. Seperti dijelaskan Sugi Pratiwi, SH, Staf International Banking Divisi Treasury di salah satu perbankan daerah Aceh.

Cicil emas mekanismenya sama dengan pembiayaan emas, misalnya nasabah ingin memiliki emas fisik sebesar 10 gram dengan jangka waktu 1 tahun, nanti akan muncul tagihan per bulan misalnya nasabah wajib membayar 700 ribuan/bulan, sampai dengan 1 tahun pembayaran, nasabah baru dapat terima fisik emasnya dari Bank.

"Keuntungan dari cicil emas ini, angsuran nasabah tetap meskipun harga emas cenderung naik, karena harga emas yang dibeli nasabah sesuai dengan harga emas yang berlaku pada saat akad jual beli waktu kesepakatan antara Bank dan Nasabah," kata Sugi saat dihubungi RRI Sabang, Jum’at (16/1/2025).

Lebih lanjut dijelaskannya untuk tabung emas seberapa ada uang sejumlah itulah emas yang di dapatkan nanti. “Tabung emas, sama halnya dengan menabung uang yang selama ini kita lakukan di Bank, bedanya uang yang kita tabung akan dikonversi langsung ke emas, keuntungan dari nabung emas ini, nasabah bisa membeli emas dengan gramasi terkecil mulai dari 0,01 gram, dimana kalau dirupiahkan setara dengan sekitar Rp 25.000. Masing-masing bank memiliki harga jual emas yang berbeda-beda, namun tetap mengikuti harga emas dunia. Saat ini kenaikan harga emas dunia naik secara signifikan, tembus 70% selama setahun, tercatat di harga USD 4600 per troy once nya (31 gram), kemungkinan harga emas bisa tembus USD 5000,” ujarnya.

Dari sisi kemudahan, tabung emas lebih fleksibel karena setoran dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah tanpa kewajiban jumlah dan tenor tertentu. Sementara untuk cicil emas lebih tepat bagi masyarakat yang memiliki tujuan kepemilikan emas dalam jumlah tertentu dengan jangka waktu yang jelas dan cicilannya tetap.

Jika melihat resikonya, cicil emas relatif lebih aman dari kenaikan harga emas karena harga telah dikunci sejak awal cicil emas tersebut. Tapi nasabah harus disiplin membayar cicilan hingga lunas. Sedangkan tabung emas memiliki risiko fluktuasi harga, tetapi menawarkan fleksibilitas dan tidak membebani kewajiban pembayaran bulanan.

Dengan mengetahui perbedaan dari cicil emas dan tabung emas, masyarakat diharapkan dapat memilih metode investasi emas yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing. Kedua metode tersebut sama-sama memiliki kelebihan, yang terpenting lagi pastikan melalui lembaga resmi dan terpercaya.

Rekomendasi Berita