Membawa Sabang ke Seluruh Dunia lewat Sehelai Kaos Piyoh
- 12 Mar 2026 13:53 WIB
- Sabang
RRI.COID, Sabang - Secara harfiah, kata “piyoh” dalam Bahasa aceh berarti mampir. Namun, ajakan mampir tersebut dalam budaya aceh juga menjadi simbol ramah-tamah dan pemuliaan tamu. Dari semangat keramah-tamahan inilah kemudian kata Piyoh dipilih menjadi nama brand oleh-oleh asal pulau Weh oleh Agus Adhiyatsyah dan kakaknya, Hijrah Saputra.
Terletak di Jalan Perdagangan, Kuta Barat, Kota Sabang, Piyoh berdiri sejak tahun 2008. Piyoh lahir dari pengamatan terhadap minimnya variasi oleh-oleh khas Aceh pada saat itu. Mereka terinspirasi oleh kesuksesan Brand Dagadu di Jogja dan Joger di Bali, kemudian mengaplikasikan sistem tersebut ke dalam desain-desain brand Piyoh, berupa kaos yang menjadi produk andalannya.
Owner Piyoh, Agus Adhiyatsyah mengatakan bahwa pemilihan kaos sebagai produk utama brand karena menurutnya merupakan media promosi yang universal. “Jadi kita coba bawa, kita adopsikan ke desain-desain Aceh terutama untuk mengangkat kearifan local Aceh, pariwisata Aceh dan Sabang sebagai media promosi global,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Senin 16 Februari 2026. Selain kaos, ada juga produksi gantungan kunci, mug, tumbler, dan stiker.
Dimulai dengan modal awal 5 juta, Agus dan Hijrah mulanya menggunakan sistem pre-order. Kini, setelah 18 tahun berkarya, kaos Piyoh telah menjadi pilihan buah tangan para turis yang berkunjung di ke Sabang.
Agus mengungkapkan bahwa kunci bertahannya Piyoh adalah pada ekslusivitas. “Kami menjaga produk tetap terbatas. Dalam satu desain, mungkin hanya kami cetak sekitar 50-60 potong. Jadi, pelanggan tidak usah khawatir kaosnya pasaran,” ungkapnya.
Piyoh pernah membuka cabang di Banda Aceh, namun tutup pada saat pandemi COVID-19. Ke depannya, Agus ingin terus berinovasi mengikuti tren generasi muda (Gen Z) tanpa kehilangan identitas lokal Aceh.