Realisasi PAD RSUD Sabang Turun

  • 07 Jul 2025 17:42 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Realisasi pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang hingga akhir semester pertama tahun 2025 tercatat sebesar Rp5,98 miliar atau 26,20 persen dari target tahunan Rp22,85 miliar. Capaian ini menjadi perhatian mengingat kontribusi RSUD selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sabang, Jufriadi menyebutkan capaian retribusi pelayanan RSUD hingga Juni ini harus menjadi evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Sabang.

“Tahun ini target pendapatan RSUD diturunkan sekitar Rp1,5 miliar dibanding tahun sebelumnya. Tapi sampai pertengahan tahun, realisasinya masih di bawah 30 persen,” kata Jurfiadi, Senin (7/7/2025).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 RSUD merealisasikan Rp20,18 miliar dari target Rp24,44 miliar (82,5 persen). Pada 2024 realisasi menurun menjadi Rp18,62 miliar atau 76 persen sementara target tetap sama. Jika tren semester pertama 2025 ini berlanjut, sulit berharap capaian mendekati angka tersebut.

Menanggapi hal ini, anggota DPRK Sabang, Capt. Siddiq Indra Fajar menilai persoalan kinerja RSUD sangat bergantung pada kepemimpinan internal.

“Berbicara RSUD ini tergantung dari pada Direktur RS-nya. Hari ini saya melihat kurang ada keseriusan dari pihak rumah sakit, termasuk lemahnya kontrol pimpinan,” tegas Siddiq.

Ia berharap agar ke depan RSUD dipimpin oleh figur profesional yang memahami bidang rumah sakit dan menjalankan tugas secara ikhlas bukan karena jabatan politik.

Sementara itu, capaian berbeda ditunjukkan Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Sabang. Berdasarkan data dari BPKD Kota Sabang, hingga akhir Juni 2025 pendapatan Puskesmas sudah mencapai Rp165 juta atau 33,13 persen dari target tahunan Rp500 juta.

Pada tahun sebelumnya, pendapatan Puskesmas justru melebihi target, yakni Rp642 juta dari target yang sama.

Data semester I 2025 ini tercantum dalam laporan resmi PAD Kota Sabang, dan menjadi dasar bagi pemerintah kota Sabang untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pendapatan dari sektor layanan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Manajemen RSUD Sabang, terkait dengan PAD yang dating dari Retribusi Rumah Sakit Umum Daerah.

Rekomendasi Berita