Kepribadian Tempramen dan Pemarah, Apakah Sama Keduanya
- 14 Okt 2025 21:39 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Banyak orang banyak yang menyamakan kepribadian tempramen dan pemarah itu adalah sifat yang sama. Namun kedua nya ini adalah hal yang berbeda, walaupun kedua ini berkaitan dengan seseorang yang bereaksi dengan emosional tetapi memiliki dasar yang tidak identik.
Menurut Julia Elvina Ritonga, S.Psi, kepribadian atau sifat tempramen merupakan bagian dari kepribadian seseorang, dan sebenarnya lebih ke cara merespons sekitarnya terutama yang bekaitan dengan emosi. “Jadi tempramen itu tidak melulu emosi yang negatif, bisa jadi reaksi dari emosi yang positif”, ujar Julia kepada RRI, Selasa (14/10/2025).
Sedangkan kepribadian atau sifat pemarah itu adalah suatu kebiasaan sikap yang sering mengekspresikan marahnya dengan cara berlebihan. Sifat ini bukan di bawa sejak lahir, akan tetapi hasil dari kebiasaan, stres atau cara mengelola emosi secara tidak baik atau kurang sehat.
Tempramen memiliki sifat dasar yang dibawa sejak lahir, dengan sifat yang netral, relatif stabil dan bisa dikendalikan serta seseorang yang terbentuk dari reaksi terhadap rangsangan dari lingkungannya. Sedang sifat pemarah adalah sesuatu yang terjadi karena tekanan hidup dan pengalam yang tidak dapat atau tidak mampu menyalurkan emosi dengan baik, bersifat negatif dan cenderung merusak hubungan, tetapi dapat diubah dengan latihan pengendalian emosi serta mereka sering meluapkan rasa marahnya dengan meledak-ledak.
Setiap orang pernah merasakan marah adalah wajar saja. Emosi yang meledak-ledak tanpa kendali dapat merusak hubungan dan menganggu kesehatan mental , namun sifat ini dapat dikendalikan dengan langkah efektif berikut ini:
· Kenali dulu pemicu emosi, seperti dengan mendengar kritikan dari orang lain, rasa tidak dihargai dan situasi yang tidak sesuia dengan keinginan.
· Kendalikan tubuh dan latih kesadaran, dimana orang yang tempramen selalu bereaksi secara spontan dan latihan ini dapat berhenti sejenak sebelum bertindak.
· Jangan bereaksi langsung, gunakan tehnik pernafasan. Lakukan latihan pernafasan ini untuk meredam amarah.
· Berlatih untuk berempati terhadap orang lain. Dengan berempati akan lebih muda utntuk mengontrol emosi.
· Salurkan emosi dengan cara positif. Seperti olahraga, menulis, menggambardan meditasi.
· Jaga pola hidup sehat. hindari stres berlebihan, tidur yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi.
· Jika diperlukan, cari bantuan profesional untuk berkonsultasi dengan psikolog atau kenselor.