Mengenal Kepribadian Tempramen, Saat Emosi Jadi Pengendali Diri

  • 07 Okt 2025 21:44 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk merespons situasi di sekitar. Ada yang merepons dengan tenang walau dalam keadaan dibawah tekanan, ada juga yang merespons dengan penuh emosi, orang dengan kondisi seperti ini disebut orang yang tempramen, gampang marah bahkan dengan hal kecil sekalipun.

Julia Elvina Ritonga, S.Psi, seorang Psikolog yang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Sabang mengatakan, tempramen merupakan bagian dari kepribadian seseorang, tidak hanya emosi yang negatif tetapi tempramen juga reaksi dari emosi yang positif. Sifat tempramen bukan hanya sekedar mudah marah saja, tapi cara alami seseorang menanggapai rangsangan reaksi dari lingkungan baik itu berupa stres, gembira, sedih ataupun frustasi.

“Tempramen itu adalah karakter dengan emosi negatif yang sulit dikendalikan, marah dengan berlebihan bahkan bisa bertindak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, tetapi masyarakat umum mengenal tempramen itu adalahh orang yang sangat mudah marah”, ujarnya kepada RRI, Selasa (7/10/2025).

Seseorang yang memiliki kepribadian tempramen, emosi menjadi yang paling utama dalam pengendalian diri untuk mengambil suatu keputusan, baik saat ia marah, sedih, kecewa, respons yang timbul sangat spotan tanpa ada pemikran yang rasional terlebih dahulu. Jika kondisi seperti ini tidak dikendalikan, maka akan berpengaruh pada pkerjaan, hubungan sosial bahkan kesehatan mental, emosi yang meledak-ledak akan menimbulkan penyesalan, rasa bersalah dan akan dipandang negatif oleh orang lain.

Namun muncul pertanyaan, apakah orang dengan sifat tempramen ini dapat berubah ? jawabannya adalah iya dapat, meskipun tidak berubah dengan sepenuhnya. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:

· Kenali dahulu pemicu emosi. Dengan memahami dan mengenal pemicunya anda bisa lebih mudah dan siap menghadapinya, serta tahu situasi mana yang membuat anda tersulut emosi.

· Kelola stres dengan cara yang positif. Dengan melakukan hal yang positif seperti, olahraga, menulis akan membantu menyalurkan energi secara sehat.

· Komunikasikan perasaan dengan tenang namun pasti.

· Saat emosi meledak-ledak, coba tarik nafas perlahan, lepas juga dengan perlahan, maka hla ini akan membuat otak lebih rileksdan dapat berpikir dengan jernih.

· Konsultasikan ke psikolog bila sulit dalam mengendalikan emosi adalah cara yang bijak.

Rekomendasi Berita