Ini Dia Perbedaan Narsis dengan NPD

  • 16 Sep 2025 22:30 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Istilah “narsis” merupakan sifat menyukai diri sendiri dengan berlebihan atau hanya merasa senang jika dirinya diperhatikan oleh orang lain. Narsis populer di masyarakat untuk menggambarkan orang yang gemar berfoto, suka pamer atau sering menunjukkan pencapaian dan penampilan pada orang lain.

“Setiap karakter atau sifat narsis itu ada dalam setiap diri individu, bedanya kalau NPD itu memiliki relasi sosial yang amat sangat jelek dan memiliki banyak konflik dengan orang-orang di sekitarnya”, hal ini dikatakan oleh Julia Elivina Ritonga, S.Psi, seorang psikolog yang juga mengajar di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Sabang kepada RRI, Selasa (16/9/2025).

Secara psikologis narsis memiliki dua sisi yaitu:

· Narsis sehat. Orang dengan narsis sehat itu memiliki rasa percaya diri yang tinggi, bangga terhadap diri sendiri, hal ini dianggap wajar dan dibutuhkan seseorang agar dapat berkembang dan menghargai dirinya.

· Narsis berlebihan. Orang dengan narsis berlebihan bangga terhadap dirinya itu menjadi berlebihan dan merasa suatu kebutuhan akan pujian dan pengakuan dari orang lain bahkan sampai mengabaikan perasaan orang lain, hal seperti ini disebut dengan NPD (Narsissitic Personality Disorder) atau gangguan kepribadian yang serius.

Adapun perbedaan utama anatara narsis dan NPD adalah: narsis adalah bagian sifat normal dari manusia dengan intensitas yang ringan, masih dapat di ajak komunikasi dengan baik, peduli perasaan orang lain, tidak mengganggu kehidupan orang. Sedangkan NPD adalah suatu penyakit gangguan kepribadian yang butuh terapi, hampir tidak mempunyai rasa empati, dapat mengganggu hubungan dalam pekerjaan, sosial dan keseharian, dengan intensitas ekstrim, kronisserta menetap.

Perlu juga untuk dipahami bahwa sifat narsis tidak selalu dipandang buruk, ketika narsis itu berubah menjadi perilaku yang mengganggu orang lain, menimbulkan konflik, maka itu mengarah pada NPD. Namun sebaliknya jika seseorang dengan narsis yang sekali muncul dan tanpa merugikan orang lain, maka itu disebut narsis dalam batas yang wajar.

Rekomendasi Berita