Dampak Negatif Anak Agresif, Orang Tua Perlu Waspada
- 10 Sep 2025 18:10 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Pada saat anak menunjukan perilaku agresifnya yang berlebihan, maka akan berdampak pada dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya. Perilaku agresif itu dapat berupa tindakan memukul, suka berteriak dan berkata yang kasar.
Setiap anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda, jadi orang tua harus waspada terhadap perilaku anak yang agresif berlebihan karena sikap ini akan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak. Mengabaikan atau menyepelekan perilaku agresif ini pada anak akan menjadi bom waktu yang kemudian hari akan meledak dan anak yang terbiasa dengan hal ini maka akan terbawa hingga dia dewasa serta dapat merusak nilai akademik, hubungan sosial dan kesehatan mental anak.
“Perilaku agresif merupakanperilaku yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor psikis dan juga faktor fisik seperti lelah, kurang tidur, sedang lapar, sedang sakit, pengaruh hormon, kondisi seperti ini dapat memicu amarah, tersulut emosi, sehingga muncul perilaku agresif ini”, ujar seorang psikolog, Julia Ervina Ritonga, S.Psi kepada RRI, Minggu (7/9/2025).
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa ada beberapa dampak negatif dari perilaku agresif pada anak yaitu:
· Kesulitan pada lingkungan sekolah dan akademik. Perilaku ini sering terjadi pada proses belajar mengajar yang tindakannya itu dapat berujung membahayakan anak lain. Nilai dan prestasi akademik nya pun akan menurun dan sulit untuk konsentrasi belajar.
· Perkembangan emosi yang tidak sehat. dalam hal ini anak yang sudah terbiasa melampiaskan amarahnya dengan agresif cenderung tidak dapat mengelola emosi positif.
· Bermasalah dengan hubungan sosial. Mereka akan sulit untuk membangun dan mempertahankan pertemanan karena dianggap sebagai pengganggu. Hal ini anak merasa terasing dan menyendiri.
· Timbul masalah yang lebih serius. Jika perilaku ini tidak di tangani dengan baik dan cepat, maka anak dapat tumbuh dengan perilaku yang menyimpang seperti kenakalan remaja, pelanggaran hukum dan bahkan melakukan tindakan kekerasan.
Dalam hal ini peran orang tua sangat diperlukan dalam mencegah dampak negatif dari berperilaku agresif pada anak, dengan cara:
· Sebagai orang tua harus memberikan teladan atau contoh yang baik pada anak.
· Ajarkan pada anak bagaimana cara mengelola dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang tepat seperti bercerita, menulis atau olahraga.
· Mengajarkan anak untuk berempati, dorong anak untuk memahami perasaan orang lain dan tanggung jawab.
· Komunikasi terbuka kepada anak.
· Batasi penggunaan media sosial dan dampingi anak jika perlu untuk menggunakan gadget.
Perilaku agresif pada bukan hal yang dapat diabaikan begitu saja. Dengan pengawasan dan pendekatan kepada anak akan dapat dikelola dan diarahkan menjadi sifat yang positif, sehingga masa depannya akan lebih baik dan sehat secara emosional.