Kue Putu Keliling Legendaris, Makin Laris

  • 06 Nov 2024 13:32 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Di tengah menjamurnya pedagang kuliner yang berjualan di restoran-restoran, kafe, warung, kaki lima bahkan pedagang keliling membuat daya saing berjualan semakin meningkat khususnya di Kota Bengkalis. Ini bermakna semangat jiwa berwirausaha masyarakat Bengkalis tidak padam, apa lagi jualannya mendapat keuntungan yang banyak.

Seperti pedagang kue putu keliling, pak Kisman usia 50 tahun asal Jawa Tengah yang tetap konsisten menjual kue putu keliling meski daya saing berjualan kuliner di Bengkalis kian meningkat. Menurut ceritanya kepada RRI, Selasa (05/11/2024) ia merintis jualan kue putu keliling berawal dari ia merantau ke Bengkalis. Sejak usianya 25 tahun ia memulai jualan kue putu sampai sekarang. Sementara Istrinya bekerja sebagai penjual jamu keliling di Bengkalis.

“Saya berjualan kue putu ini sudah lama, sejak umur saya 25 tahun, saya belajar bikin kue putu dari abang kandung saya, lalu sampai sekarang saya masih berjualan kue putu untuk mencukupi kebutuhan keluarga setiap hari. Sistem kerja saya berjualan, saya mengolah bahan kue putu untuk dijual mulai subuh, lalu pada jam 9 pagi mulai berjualan keliling pakai gerobak sepeda, tiba waktu tengah hari saya istirahat pulang ke rumah, kemudian jam 4 sore keliling berjualan lagi sampai malam hari," pungkas Kisman.

Ia sangat senang dengan pekerjaannya sebagai penjual kue putu, karena dari cara membuatnya sangat mudah dan modalnya juga sangat terjangkau. Menggunakan tepung beras dan tepung tapioka, kelapa parut, gula kelapa dan bahan-bahan lainnya diolah dengan keahliannya sehingga hasil olahannya sangat disukai dan dinikmati oleh para konsumen.

Pengukusan kue putu dalam cetakan bambu dan yang sudah matang (Foto Rep.RRI/ RF)

Setiap hari pak Kisman berjualan kue putu keliling menggunakan gerobak yang dibikinnya sendiri. Ia berjualan seputaran kota Bengkalis tanpa kenal lelah tanpa libur kecuali sedang sakit atau ada acara tertentu. Menjual kue putu sudah merupakan pekerjaan yang dicintainya sejak awal merintis dulu, apalagi kue putu keliling semacam ini sangat asing di Bengkalis, bisa dikatakan tidak ada yang menjual kue putu bambu seperti ini selain pak Kisman di area kota Bengkalis.

Semangat pak Kisman berjualan kue putu bambu dengan cara dikukus ini patut menjadi percontohan bagi siapa saja yang ingin membangun usaha. Ia tetap konsisten dan sabar menjalankan aktifitas sehari-harinya tanpa keluh kesah. Dengan penghasilannya setiap hari mencapai Rp300.000-Rp400.000 atau keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp200.000 per hari.

“Setiap hari alhamdulillah jualan saya habis. Untung yang saya dapat kadang-kadang sampai Rp400.000 sudah termasuk modal usaha. Kalau untung bersihnya sekitar 150.000 sampai 200.000 lah,” jelas Kisman.

Tingkat minat pembeli kue putu pak Kisman cukup banyak. Seperti dikatakan Rifa, salah seorang konsumen pak Kisman mengatakan, ia sekeluarga sangat menyukai kue putu ini. Ketika penjual kue putu yaitu pak Kisman lewat di depan rumahnya, pasti langsung ia panggil untuk membelinya.

“Sejak dulu kami sekeluarga memang suka makan kue putu, kalau gerobak putu lewat depan rumah langsung kami jerit memanggil, putu… putuuuuu…hehe.l," ungkapnya sambil mempraktekkan cara memanggil penjual kue putu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....