Lapas Bengkalis Kembangkan Ketahanan Pangan
- 21 Jan 2026 14:13 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, Asta Cita. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, Rabu, 21 Januari 2026.
Priyo menjelaskan, program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Bengkalis telah berjalan dan menunjukkan hasil positif. Beberapa sektor yang dikembangkan meliputi perikanan, pertanian, serta hortikultura.
“Untuk ketahanan pangan, program kita sudah berjalan. Kemarin kita melaksanakan panen raya ikan patin, kemudian panen kangkung, dan saat ini juga sedang mengembangkan pertanian nanas,” ujar Priyo Tri Laksono.
Ia menyebutkan, Lapas Bengkalis mendapatkan dukungan lahan dari Pemerintah Daerah Bengkalis seluas 7 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1 hektare telah ditanami nanas dan akan terus dikembangkan secara bertahap.
“Lahan ini menjadi wadah pembekalan dan keterampilan bagi warga binaan, agar ketika mereka kembali ke masyarakat sudah memiliki bekal untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,” jelasnya.
Terkait hasil produksi, Priyo menyampaikan bahwa mekanisme pemanfaatan hasil panen telah diatur sesuai ketentuan. Sebagian hasil penjualan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sebagian lagi dibagikan kepada warga binaan, serta dialokasikan untuk keberlanjutan program.
Namun, khusus untuk hasil panen sebelumnya, pihak Lapas menyerahkannya untuk bantuan kemanusiaan.
“Hasil panen kemarin dikoordinasikan oleh pusat dan diserahkan ke Jakarta, untuk selanjutnya disalurkan sebagai bantuan bencana alam ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ungkapnya.
Priyo merinci, panen ikan patin yang dilakukan mencapai sekitar 180 kilogram, sementara panen kangkung sebanyak 100 kilogram. Sebagian hasil panen juga dijual ke vendor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan di dalam Lapas.
Selain pengembangan ketahanan pangan, Lapas Bengkalis juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu.
Diakui Priyo, kendala utama dalam pengembangan program Asta Cita adalah keterbatasan anggaran. Meski demikian, pihaknya terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah Bengkalis.
“Alhamdulillah, Pemda sangat mendukung kegiatan kami, salah satunya dengan memberikan lahan seluas 7 hektare ini. Mudah-mudahan ke depan kita bisa panen nanas bersama,” katanya.
Ke depan, Lapas Bengkalis juga berencana menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bengkalis. Saat ini, kerja sama baru terjalin dengan Invopasindo melalui koperasi Lapas Bengkalis, sementara kerja sama dengan BUMDes akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....