Pascagempa di Bali, 10 Bangunan Dilaporkan Rusak

  • 08 Sep 2024 03:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan sebanyak 10 bangunan rusak pasca gempa magnitudo 4,9, Sabtu (7/9/2024). Dari 10 bangunan, sebanyak 8 bangunan di Kabupaten Gianyar, 1 di Kota Denpasar dan 1 di Kabupaten Badung, namuun tak ada korban jiwa.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Operasi UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, Gede Adhi Tiana Putra kepada Pro 3 RRI. "Di Gianyar rata-rata sekolah, perkantoran dan pure, di Denpasar ada 1 rumah dan 1 rumah di di Badung, keduanya rusak ringan dan nihil korban jiwa," katanya mengungkapkan.

Menurutnya, gempa berpusat di Desa Sidan Gianyar merupakan sesuatu yang jarang terjadi, namun demikian, kondisi secara umum aman terkendali. "Biasanya terjadi di Karangasem, Badung atau Jembrana, tetapi gempa dimanapun bisa terjadi karena adanya pergerakan tanah," ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini tim sedang melakukan kajian cepat di kabupaten/kota untuk melihat dampak gempa bumi dangkal magnitudo 4,9 di Kabupaten Gianyar. “Saat ini sedang dilakukan kaji cepat dan asesmen awal dengan mengumpulkan data dan informasi dari seluruh BPBD kabupaten/kota se-Bali,” ujarnya.

Diketahui gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 yang berpusat di darat jarak dua kilometer timur laut Gianyar pada kedalaman 10 km itu terjadi pada pukul 09.51.44 Wita. Terjadi lima kali gempa susulan hingga pukul 12.35 WITA.

"Kekuatan gempa susulan bervariasi antara magnitudo 1,8 sampai 2,6. Di awal memang sedikit kuat yaitu magnitudo 4,9," ucapnya.

Catatan BMKG dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Dari komunikasi radio dan telepon ke BPBD kabupaten/kota, BPBD Bali mencatat, gempa dirasakan di luar Kabupaten Gianyar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....