Kepala BPBD Larang Warga Mendaki Gunung Dukono
- 21 Agt 2024 08:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara Hentje M.L Hetharia melarang warga melakukan aktivitas pendakian di Gunung Api Dukono. Hal itu disampaikan langsung pada wawancara bersapa Pro 3 RRI, Selasa (21/08/2024).
"Untuk pendakian jarak aman berada di 3 KM dari atas gunung, itu sudah maksimal. Kalau bisa jangan melakukan aktivitas pendakian terlebih dahulu," kata Hentje.
Hentje mengatakan bahwa warga Desa Kota Tugelo sudah paham tentang erupsi Gunung Api tersebut. Hal ini dikarenakan pihaknya selalu mengupdate kondisi gunung agar masyarakat teredukasi dan tetap waspada.
Menurutnya, yang menjadi masalah adalah masyarakat dari luar Halmahera Utara yang berwisata ke Gunung Dukono. Ia mengatakan, bahwa banyak wisatawan yang tidak melaporkan diri ke Dinas Pariwisata, tentunya hal ini akan membahayakan diri.
Dari pantauan BPBD Halmahera Utara, Gunung Api Dukono masih tetap melakukan erupsi sampai dengan tiga ratus kali sehari. Artinya, Gunung tersebut masih menunjukan aktivitas yang tinggi.
"Dengan status level 2 waspada, kami selalu memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga dan masyarakat luar. Selain itu kami juga telah memasang plang di area-area tertentu agar mereka paham," ucapnya.
Meskipun telah ada banyak tanda yang telah terpasang. Namun, ada satu plang yang belum terpasang, lokasinya berada di jarak satu kilometer dari puncak gunung.
Hal tersebut dikarenakan Gunung Api Dukono masih menunjukan aktivitas erupsi. Tidak hanya itu, pihaknya mengaku kelabakan memasang tanda peringatan di jalan pendakian dari Desa Mamuya.
"Tapi ada saja oknum pendaki yang berusaha mencari jalan lain dari desa lain. Tentunya ini menjadi pekerjaan yang berat bagi kami untuk memasang plang peringatan tersebut," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....