BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Empat Daerah Sulteng
- 24 Jun 2024 03:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Palu: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai dampak hujan terhadap lima daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng). Antara lain di Kabupaten Morowali Utara, Tojo Una-una, Banggai, Poso, dan Parigi Moutong.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis-Aljufi Palu mengeluarkan peringatan dini cuaca berbasis dampak hujan lebat berlaku dua hari ke depan.
"Kami berharap masyarakat lebih memperkuat mitigasi bencana. Guna menghindari risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa," kata Kepala BPBD Parigi Moutong, Amiruddin, Minggu (23/6/2024).
Diketahui, sebelumnya ratusan warga Dusun IV Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, yang terisolir dievakuasi pasca-banjir bandang menerjang. Proses evakuasi terus dilakukan sampai saat ini.
Banjir menerjang wilayah Kecamatan Toribulu pada Minggu (23/6/2024) pagi sekitar pukul 04:35 Wita. Ini dampak hujan lebat yang mengguyur Parigi Moutong sejak Sabtu (22/6/2024) malam.
"Di Kecamatan Toribulu, dua wilayah terdampak yakni Desa Sibalago dan Desa Sienjo," katanya. Dilaporkan wilayah terdampak parah di Desa Sibalago yakni Dusun Tompo, dimana sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat dan kantor kepala desa.
Sedangkan warga yang terisolir di Dusun IV terus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Data sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, sebanyak 29 rumah warga terdampak banjir.
Mereka terdiri dari 33 Kepala Keluarga (KK) atau 110 jiwa di Desa Sienjo terpaksa mengungsi di kantor kepala desa setempat. Dari 110 warga mengungsi, ada 12 bayi dan balita. Dua orang penyandang disabilitas, dan empat lansia.
Adapun di Desa Sibalago, sebanyak 90 KK terdampak. Satu jembatan penghubung desa terputus sehingga menyebabkan warga Desa Sibalago terisolir.
"Pemerintah daerah (pemda) sedang mengupayakan jembatan darurat supaya akses masyarakat dan bantuan logistik lancar," ujar Amirudin. Selain itu, Pemkab Parigi Moutong juga mendirikan dapur umum sebagai sentral menyiapkan makanan siap saji untuk korban banjir.
"Kebutuhan mendesak saat ini logistik, air bersih. Termasuk perbaikan jembatan, normalisasi sungai, dan alat berat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....