Festival ‘Memedi Sawah’ Meriah, Mengandung Pesan Kearifan Lokal
- 16 Okt 2023 06:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Gunungkidul: Suasana meriah berlangsung di sekitar
Balai Budaya Kalurahan Putat, Patuk, Gunungkidul pada Minggu (15/10/2023).
Sejumlah orang membawa arak-arakan 'memedi sawah' dari area persawahan Putat
hingga Balai Budaya Kalurahan Putat.
Ketua Festival Memedi Sawah, Kemiran mengatakan bahwa sejak zaman dulu, masyarakat khususnya para petani di Kalurahan Putat menggunakan memedi sawah atau orang-orangan sawah untuk menakuti burung. Bagi para petani, burung merupakan musuh terbesar mereka karena suka makan padi sebelum dipanen.
Perayaan itu mengandung pesan kearifan lokal. “Para petani mengusir burung dengan memedi sawah. Dengan memedi sawah, burung diharapkan kabur namun tidak mati,” ujar Kemiran.
Kemiran menambahkan, memedi sawah ini bisa menggantikan para petani untuk menunggu burung. Sebab, tidak dimungkinkan para petani menunggu tanaman padi dalam waktu satu hari penuh.
“Ini juga dalam rangka melestarikan kebudayaan para nenek moyang terdahulu,” jelasnya. Kebudayaan yang mengandung pesan tidak merusak alam.
Selain untuk melestarikan kebudayaan, festival ini juga menjadikan daya ungkit ekonomi masyarakat sekitar. Sebab banyak warga yang datang untuk menyaksikan, dan juga banyak masyarakat maupun UMKM menjajakan makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....