Level Air Rendah, Pencemaran Bengawan Solo Terlihat Parah

  • 22 Agt 2023 22:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Surakarta: Level air Sungai Bengawan Solo kini sangat rendah pada puncak kemarau tahun ini. Pencemaran sungai terpanjang di pulau Jawa itupun begitu memprihatinkan.

Pantauan rri.co.id Selasa (22/8/2023) di kawasan Kampung Sewu dan Pintu Air Demangan air nampak keruh. Air bercampur sampah itu hingga menimbulkan bau tak sedap.

Kondisi semakin parah terjadi di pertemuan antara Bengawan Solo dengan Sungai Pepe. Tepatnya persis di bawah pintu air Demangan sampah berupa plastik, popok bayi bekas pakai sampai pakaian dan peraturan rumah tangga berada di sungai tersebut.

Kondisi Bengawan Solo dan anak sungainya di kawasan pintu air Demangan. Foto Joko Putro
Kondisi anak sungai Bengawan Solo di bawah pintu air Demangan Baru dipenuhi sampah. Foto Joko Putro

Pemerhati sungai dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo BBWS-BS Sri Mahanani Budi Utomo mengakui saat ini kondisi muka air sungai bengawan Solo sangat rendah. Sehingga pencemaran air sungai terlihat hitam dan banyak sampah domestik masyarakat terutama dari dari anak Bengawan Solo atau Kali Pepe.

"Kami membersihkan Kali Pepe dari Kepatihan sampai Kampung Sewu sampah yang dibuang masyarakat cukup besar sampah popok, kotak telur dan sisa bangunan," katanya saat ditemui di tepi Bengawan Solo kawasan Sewu.

Relawan sungai dari Solo itu juga mengatakan, banyak limbah yang dibuang masyarakat ke sungai. Terutama limbah rumah tangga dan limbah kerajinan batik dari kawasan Pasarkliwon.

"Limbah ya pencemaran agak menonjol dari Sungai Jenes karena di hulunya ada sentra batik di Pasarkliwon. Jadi air di situ cenderung berwarna hitam ketika sore hari," jelas Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....