Kucing Untung Jawa Kenyang, Populasinya Dikendalikan

  • 07 Okt 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kucing di Pulau Untung Jawa memiliki sumber makanan yang cukup
  • Kondisi tersebut membuat kucing mudah berkembang biak
  • Sterilisasi dilakukan untuk mengendalikan reproduksi dan populasi kucing
  • Populasi kucing di Untung Jawa pernah mencapai lebih dari 600 ekor
  • Program sterilisasi dan vaksinasi menargetkan sekitar 1.000 kucing di 11 pulau setiap tahun

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang DKI Jakarta, dokter hewan M. Th. Widiastuti, mengatakan kucing di pulau memiliki sumber makanan yang cukup. Kondisi tersebut membuat kucing mudah berkembang biak sehingga populasinya perlu dikendalikan melalui sterilisasi.

“Kucing-kucing di pulau memiliki makanan yang cukup. Karena itu, mereka bisa berkembang biak dengan cepat,” ujar Widiastuti di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa, 6 Oktober 2026.

Widiastuti mengatakan sterilisasi menjadi salah satu cara mengendalikan reproduksi kucing dalam jangka panjang. Menurutnya, pengendalian diperlukan agar populasi kucing tidak terus bertambah di lingkungan kepulauan.

“Sterilisasi ini tujuan utamanya untuk mengendalikan populasi. Kalau tidak disterilisasi, kucing betina bisa melahirkan tiga kali setahun,” katanya.

Widiastuti mengatakan ketersediaan makanan membuat pengendalian reproduksi kucing semakin diperlukan. Sterilisasi menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan populasi kucing dengan lingkungan masyarakat.

“Kalau makanan tersedia, reproduksinya tetap harus dikendalikan. Sterilisasi menjadi salah satu cara untuk mengendalikan populasi tersebut,” ujar Widiastuti.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, mengatakan warga terbiasa memberikan makanan kepada kucing yang berkeliaran. Makanan tersebut antara lain berupa sisa ikan dan makanan setelah warga selesai makan.

“Warga biasanya memberi makan, terutama sisa ikan atau makanan setelah makan. Jadi kucing-kucing itu tetap mendapatkan makanan,” kata Muslim.

Muslim mengatakan sebagian warga menyukai keberadaan kucing karena sudah terbiasa hidup berdampingan. Namun, sebagian warga merasa terganggu ketika kucing berkumpul saat masyarakat sedang makan.

“Kalau ada warga atau wisatawan sedang makan, biasanya kucing-kucing itu datang berkumpul. Ada yang suka, tapi ada juga yang merasa terganggu,” ujarnya.

Muslim mengatakan populasi kucing di Untung Jawa sebelumnya pernah mencapai lebih dari 600 ekor. Setelah beberapa kali sterilisasi, ia melihat jumlah kucing mulai mengalami penurunan.

“Dulu jumlahnya pernah lebih dari 600 ekor. Setelah dilakukan sterilisasi beberapa kali, kita melihat sudah ada penurunan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Sandri Oktama, mengatakan program sterilisasi dan vaksinasi dilakukan rutin. Program tersebut menargetkan sekitar 1.000 kucing setiap tahun di 11 pulau berpenduduk.

“Setiap tahun kita melakukan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi. Targetnya sekitar 1.000 kucing di 11 pulau berpenduduk,” ujar Sandri Oktama.

Sandri mengatakan keterlibatan masyarakat diperlukan untuk menjaga hasil pengendalian populasi kucing. Warga juga diminta bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan dan melaporkan kondisi kesehatan yang tidak normal.

“Harapannya masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. Kalau ada kondisi tidak normal, segera laporkan kepada kami,” katanya.

Di Pulau Untung Jawa, sterilisasi dan vaksinasi kembali dilakukan dengan target 125 kucing pada Selasa 6 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan populasi sekaligus menjaga kesehatan kucing di kawasan wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....