Kapolrestabes Surabaya: Ledakan Rumah Makan Diduga akibat Kebocoran Gas

  • 06 Okt 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Surabaya - Ledakan terjadi di Rumah Makan Tempong Lombok Merah, San Antonio, Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu kebocoran gas LPG yang terjadi di dalam area dapur rumah makan setempat tersebut.

Lima orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis segera. Para korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan yang kini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Haji.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menjelaskan peristiwa bermula ketika pekerja rumah makan sedang bersiap untuk memasak bersama. "Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, koki sedang memasak, sempat mencium bau gas, kemudian seketika terjadi ledakan," ujar Luthfi.

Kepolisian bersama Tim Penjinak Bom atau Jibom telah menerjunkan personel untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi. Hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun unsur bom lainnya di lokasi kejadian tersebut hingga kini.

Petugas Jibom menyatakan penyelidikan tidak menemukan bahan peledak ataupun unsur bom lainnya di lokasi kejadian tersebut hingga kini. Fenomena ledakan mengarah pada akumulasi gas dalam ruangan yang kemudian terpicu dan menimbulkan ledakan cukup kuat tersebut.

"Tekanan gas terkumpul dalam satu ruangan, kemudian terpicu hingga meledak dan mengakibatkan kerusakan cukup luas," ujarnya menjelaskan kepada wartawan. Dari hasil olah TKP, petugas menemukan tiga tabung gas LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi kejadian tersebut.

Meski ledakan cukup kuat, kondisi fisik ketiga tabung gas tersebut tidak mengalami keretakan maupun kehancuran sama sekali hingga kini. "Tabungnya tidak meledak, tetapi diduga terjadi kebocoran yang sementara ini diperkirakan berasal dari pipa," ucapnya.

Petugas memastikan ketiga tabung LPG tersebut kini sudah kosong karena seluruh gas diduga telah keluar dari tabung semuanya. "Ketiga LPG itu sudah kosong, artinya gasnya sudah keluar semua dan mudah-mudahan kondisi semuanya aman," ujar petugas tersebut.

Akibat insiden tersebut, lima orang mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Haji Surabaya setempat. "Korban saat ini empat laki-laki dan satu perempuan, semuanya sudah dirawat di Rumah Sakit Haji," tutur Kapolrestabes Surabaya.

Getaran ledakan juga memicu kerusakan pada puluhan bangunan di sekitar lokasi kejadian tersebut pada pagi hari tadi. Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat tekanan udara yang cukup kuat saat ledakan berlangsung di lokasi tersebut.

"Kerusakan di sekitar TKP terdata sekitar 41 bangunan, sebagian besar mengalami pecah kaca akibat ledakan," kata Luthfi kepada wartawan. Dari 41 bangunan terdampak, sebagian merupakan ruko dan 15 lainnya rumah warga yang berada di area belakang lokasi.

Sebanyak lima bangunan mengalami kerusakan berat, sedangkan bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat ledakan tersebut di lokasi. Polisi masih berfokus pada evakuasi korban dan penanganan kondisi darurat sebelum memeriksa saksi maupun pemilik usaha terkait nanti.

"Mengenai pemeriksaan saksi kunci maupun pemilik usaha terus kamu lakukan. Kami masih menangani TKP dan korban terlebih dahulu," ucapnya kepada wartawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....