23 Tahun Yayasan Al Qohhar Dampingi Anak Yatim, Tak Sekadar Beri Santunan

  • 04 Okt 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Yayasan Al Qohhar telah 23 tahun mendampingi anak yatim dan yatim piatu, sejak resmi berdiri pada 9 Juli 2003.
  • Selama perjalanan tersebut, Yayasan Al Qohhar telah mendampingi sekitar 865 anak yatim dan 387 anak yatim piatu.
  • Pendampingan tidak hanya berupa santunan, tetapi mencakup pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, makanan, kebutuhan sehari-hari, hingga dukungan psikologis.

RRI.CO.ID, Depok - Yayasan Al Qohhar telah lebih dari dua dekade mendampingi anak yatim dan yatim piatu. Berdiri sejak 9 Juli 2003, yayasan yang berawal dari sebuah majelis ta’lim tersebut terus mengembangkan program pendampingan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Perjalanan Yayasan Al Qohhar bermula dari sebuah majelis ta’lim yang dibina oleh guru Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Setelah sang guru meninggal dunia, Haji Robert memilih meneruskan amanat yang ditinggalkan, yakni mengurus anak yatim dan yatim piatu serta memperhatikan para lanjut usia.

Amanat tersebut kemudian diwujudkan melalui pendirian Yayasan Al Qohhar secara resmi pada 9 Juli 2003. Selama perjalanan tersebut, Yayasan Al Qohhar tercatat telah mengasuh dan mendampingi sekitar 865 anak yatim dan 387 anak yatim piatu.

Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, mengatakan pendampingan anak yatim tidak cukup hanya dengan memberikan santunan. Ia menyebut sejak awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu, jadi bukan hanya soal memberikan santunan.

"Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono dalam keterangannya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut dia, kebutuhan anak-anak tersebut juga diupayakan melalui berbagai fasilitas pendukung, meski sebagian anak tetap tinggal bersama kerabat terdekatnya. Program yang diberikan antara lain beasiswa, renovasi rumah, pendampingan persoalan di sekolah, hingga kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis.

Yayasan juga menyediakan layanan kesehatan, mulai dari klinik dokter umum dan dokter gigi hingga akses rumah sakit spesialis bagi anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sejumlah anak dengan kondisi kesehatan khusus, seperti jantung bocor, spina bifida, retinal detachment, dan leukemia, juga mendapatkan pendampingan medis sesuai kebutuhannya.

Merasakan Kehadiran Sosok Ayah

Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, pendampingan tersebut tidak hanya bermakna dalam bentuk bantuan materi. Kehadiran Haji Robert juga dirasakan sebagai sosok ayah yang memberikan perhatian dan dukungan dalam kehidupan mereka.

Salah seorang anak asuh, Anaya Syakira Abimanyu, yang bergabung sejak Juli 2024, mengaku bersyukur mendapatkan perhatian dari Yayasan Al Qohhar. "Saya sangat bersyukur menjadi anak asuh di bawah Yayasan Al Qohhar. Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami," ujarnya.

Menurut Anaya, dukungan yang diberikan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Ia juga mendapatkan fasilitas pendukung pendidikan dan aktivitas, seperti telepon seluler, laptop, sepeda listrik, kasur, hingga les bahasa Inggris.

"Ayah Robert banyak mengajarkan kami hal-hal positif, ia selalu memberikan support untuk kami dalam segala hal," ucapnya.

Anaya berharap pendampingan Yayasan Al Qohhar dapat terus berlangsung dan Haji Robert selalu diberikan kesehatan. Ia merasa beruntung menjadi anak asuh Yayasan Al Qohhar.

"Saya berharap Yayasan Al Qohhar selalu ada untuk kami, dan Ayah Robert selalu dalam lindungan Allah dan selalu diberikan kesehatan," katanya.

Kartono menuturkan bahwa kedekatan antara Haji Robert dan anak-anak asuh terbentuk melalui pendampingan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi bukan sekadar datang memberikan santunan lalu selesai. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya. Kebutuhan sehari-hari juga diperhatikan," ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi ikatan layaknya keluarga. "Anak-anak juga sudah menganggap Pak Haji sebagai orang tua. Jadi hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun ini bukan hanya hubungan antara yayasan dan penerima bantuan, tetapi sudah seperti keluarga," kata Kartono.

Menjaga Amanat

Selain mendampingi anak yatim dan yatim piatu, Yayasan Al Qohhar juga memberikan perhatian kepada para lansia melalui program pemberian sembako secara rutin. Namun, anak yatim dan yatim piatu tetap menjadi salah satu fokus utama yayasan dalam menjalankan amanat yang telah diwariskan sejak awal.

Perjalanan selama 23 tahun menunjukkan perubahan Al Qohhar dari sebuah majelis ta’lim menjadi yayasan yang memiliki berbagai program pendampingan sosial.

Bagi Yayasan Al Qohhar, membantu anak yatim bukan sekadar memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Pendampingan juga berarti hadir ketika mereka membutuhkan perhatian, pendidikan, kesehatan, dan dukungan untuk menatap masa depan.

Bagi Haji Robert, meneruskan amanat gurunya berarti memastikan anak-anak yang kehilangan orang tua tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan kehidupan yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....