BAZNAS RI dan TAF Perkuat Pemberdayaan Mustahik di Kawasan Hutan
- 01 Okt 2026 17:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BAZNAS RI dan The Asia Foundation (TAF) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemberdayaan masyarakat rentan.
- Kerja sama tersebut sekaligus mendukung kelestarian lingkungan di sekitar kawasan hutan.
- Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, BAZNAS telah mengalokasikan Rp526 juta untuk program pemberdayaan tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - BAZNAS RI dan The Asia Foundation (TAF) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemberdayaan masyarakat rentan. Kerja sama tersebut sekaligus mendukung kelestarian lingkungan di sekitar kawasan hutan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
PKS mencakup pengembangan usaha kakao fermentasi oleh Kelompok Usaha Hutan Adat (KUHA) di Kabupaten Pidie, Aceh. Kerja sama juga mencakup budidaya kopi oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, BAZNAS telah mengalokasikan Rp526 juta untuk program pemberdayaan tersebut. Dukungan itu ditujukan bagi masyarakat ekonomi rentan di wilayah perhutanan.
"BAZNAS RI telah memberikan dukungan Rp526 juta untuk pemberdayaan masyarakat ekonomi rentan. Kami akan terus melakukan kerja sama dalam bingkai 13 prioritas unggulan kami," ucap Sodik.
Sodik mengatakan, Pidie dan Muara Enim menjadi lokasi awal pelaksanaan program tersebut. Program ditargetkan diperluas ke 10 wilayah perhutanan sosial lainnya.
Perluasan program akan dilakukan apabila evaluasi model pemberdayaan menunjukkan hasil yang baik. Evaluasi tersebut menjadi dasar pengembangan program di lokasi berikutnya.
Sodik menjelaskan, program tersebut membawa dua misi utama bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Pertama meningkatkan kemandirian ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya kira selain lingkungan, kita juga bisa bekerja sama dalam bidang lain. Misalnya pemberdayaan perempuan, pemuda, literasi, dan program lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Apri Dwi Sumarah menegaskan komitmen mengawal program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, program harus memberikan dampak ekonomi konkret bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
"Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai jembatan yang menghubungkan potensi hutan dengan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan harus mendorong kemandirian dan pembangunan ekonomi berkelanjutan," katanya.
Country Representative The Asia Foundation Hana Satriyo mengatakan, MoU tersebut menjadi momentum penting bagi kedua pihak. Kerja sama ini mengintegrasikan keuangan sosial Islam dengan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
"Atas nama The Asia Foundation, saya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas visi progresifnya. Zakat, infak, dan sedekah diintegrasikan dengan pelestarian hutan dan pengentasan kemiskinan," kata Hana.
Program tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola kawasan hutan. Pendekatan pemberdayaan juga diarahkan untuk menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Kerja sama BAZNAS dan TAF melibatkan sejumlah mitra di tingkat daerah dan internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas dampak pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Turut hadir Pimpinan Pengumpulan dan Mobilisasi BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan serta Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat. Hadir pula Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistiyo dan Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan Tatiek Kancaniati.
Hadir pula Investment Advisor British Embassy Jakarta Saul Hathaway dan Programme Manager FCDO British Embassy Jakarta Irma Handayani. Perwakilan TAF yang hadir yakni Frans Siahaan, Zulfikar Arma, dan Hari Kusdaryanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....