Pemprov Jabar Dorong Kawasan Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
- 30 Sep 2026 21:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov Jabar mendorong Kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) Metrpolitan menjadi salah satu motor petumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
- Pengembangan Rebana memiliki posisi strategis mengingat kawasan tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk pertumbuhan ekonomi.
RRI.CO.ID, Kota Bandug- Pemprov Jabar mendorong Kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) Metrpolitan menjadi salah satu motor petumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Herman Suryatman.
Menurutnya, pengembangan Rebana memiliki posisi strategis. Sebab kawasan tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk pertumbuhan ekonomi.
"Berbeda dengan kawasan metropolitan yang sudah menghadapi keterbatasan ruang pengembangan. Rebana justru memiliki ruang perkembangan yang luas," katanya, melalui keteranganya, Rabu, 30 September 2026.
Ia mengatakan, Rebana memiliki sejumlah modal penting, mulai dari kawasan industri, infrastruktur transportasi. Kemudian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, sektor pertanian, pariwisata, hingga potensi investasi yang masih sangat besar.
“Kalau ingin mewujudkan Jawa Barat istimewa menuju Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita mengembangkan Rebana. Kawasan ini sangat potensial dan masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan,” katanya.
Oleh karena itu, Herman menilai Rebana harus dikawal melalui perencanaan dan eksekusi yang terintegrasi. Sehingga masterplan pengembangan Rebana yang disusun tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi harus diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.
“Masterplan jangan hanya bagus di atas kertas. Kita perlu membedahnya bersama, memberikan feedback, memastikan cocok dengan kondisi di lapangan, kemudian kita eksekusi bersama,” katanya.
Herman menekankan, tujuh kabupaten/kota yang menjadi bagian kawasan Rebana memiliki peran utama dalam menentukan keberhasilan pengembangan kawasan. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, kata dia, seyogyanya berfungsi memperkuat dukungan, fasilitasi, serta sinkronisasi kebijakan.
"Karena itu, kami meminta pemerintah daerah di kawasan Rebana aktif. Terutama dalam memberikan masukan terhadap rancangan pengembangan yang tengah disiapkan," katanya.
Herman mengatakan, pertumbuhan ekonomi Rebana juga harus berjalan beriringan dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran. Ia mengingatkan agar kawasan yang tumbuh menjadi pusat industri tidak justru menciptakan kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Rebana harus inklusif, pertumbuhan ekonominya harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran. Jangan sampai terjadi pertumbuhan ekonomi, tetapi masyarakat di sekitar kawasan industri tidak ikut menikmati manfaatnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....