Tangerang Raya Siapkan Mitigasi Banjir Hadapi 2027
- 30 Sep 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah daerah diwilayah Tangerang Raya melalukan persiapan dini dalam memitigasi bencana banjir 2027 mendatang
- Mulai dari penurapan hingga pemeliharaan 145 stasiun pompa serta 21 polder atau kolam retensi
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah daerah di wilayah Tangerang Raya menyiapkan mitigasi dini menghadapi potensi banjir pada 2027. Persiapan dilakukan melalui penurapan, normalisasi sungai, serta pemeliharaan pompa dan kolam retensi.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan sejumlah langkah disiapkan untuk mengantisipasi dan memitigasi banjir pada 2027. Salah satunya melalui operasional dan pemeliharaan 145 stasiun pompa serta 21 polder atau kolam retensi.
Rencana tersebut tercantum dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027. “Dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027 mengalokasikan belanja, antara lain, untuk operasional dan pemeliharaan 21 polder/kolam retensi dan 145 stasiun pompa,” ujarnya, Selasa, 29 September 2026.
Benyamin mengatakan Pemkot Tangsel juga merencanakan pembangunan kolam retensi dan pemeliharaan saluran drainase berkala. Selain itu, Pemkot Tangsel menyiapkan normalisasi atau restorasi sungai sepanjang 13,5 kilometer.
Benyamin menuturkan penanganan banjir 2027 tidak hanya mengandalkan satu jenis infrastruktur. Pemkot Tangsel menggabungkan intervensi pada drainase, sungai, pompa, kolam retensi, hingga tanggul.
“Penanganan banjir Tahun 2027 tidak bertumpu pada satu jenis intervensi, tetapi mencakup drainase, sungai, pompa, polder/kolam retensi dan tanggul,” jelasnya.
Hal serupa dilakukan Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Pemkot Tangerang mempercepat mitigasi banjir melalui normalisasi sungai dan pembangunan turap di sejumlah titik rawan.
Langkah tersebut dilakukan sebelum memasuki musim penghujan. Tujuannya memastikan kelancaran aliran air dan melindungi kawasan permukiman warga.
Sachrudin menegaskan mitigasi banjir harus dilakukan secara berkelanjutan dan sejak dini. Menurutnya, kesiapan infrastruktur penting menghadapi peningkatan debit air saat intensitas hujan meninggi.
“Mitigasi kami lakukan sedari dini, jangan menunggu air meluap baru bergerak. Sungai dan infrastrukturnya kami siapkan agar mampu mengalirkan debit air dengan optimal, sehingga risiko genangan di permukiman dapat ditekan,” ujarnya.
Melalui Dinas PUPR, pembenahan difokuskan pada normalisasi sungai dan pembangunan turap. Normalisasi dilakukan untuk mengeruk sedimentasi, sedangkan turap memperkuat tebing penahan air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....