BMKG Ungkap Musim Hujan Bali Mundur hingga Desember 2026, Ini Penyebabnya

  • 29 Sep 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan, masyarakat Bali mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
  • Musim hujan di Bali, diprakirakan mulai masuk pada akhir November 2026 dan mencapai puncaknya pada Februari 2027.
  • Dengan prediksi durasi musim hujan yang lebih pendek dari normalnya, maka kondisi itu akan terakumulasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan, masyarakat Bali mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Tepatnya, kewaspadaan cuaca ekstrem pada musim hujan 2026/2027.

Musim hujan di Bali, diprakirakan mulai masuk pada akhir November 2026 dan mencapai puncaknya pada Februari 2027. Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu menyorot, durasi musim hujan yang lebih pendek dari kondisi normal.

"Dengan prediksi durasi musim hujan yang lebih pendek dari normalnya, maka kondisi itu akan terakumulasi. Dan, sangat berpotensi curah hujan dengan intensitas lebih tinggi," kata Trayi seperti dilansir Antara saat pemaparan prakiraan musim hujan di Denpasar, Bali, dikutip Selasa, 29 September 2026.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Bali, sebagian wilayah pesisir barat, utara, dan timur Bali mengalami musim hujan selama 10-15 dasarian. Satu dasarian merupakan periode selama 10 hari, sehingga durasi tersebut setara dengan sekitar 100 hingga 150 hari.

"Durasi musim hujan yang lebih singkat juga diprakirakan terjadi di kawasan timur Bali hingga Nusa Penida. Di wilayah tersebut, musim hujan diperkirakan berlangsung sekitar 10 hingga 12 dasarian," ucapnya.

Sementara itu, wilayah Bali bagian tengah diprediksi memiliki periode musim hujan yang lebih panjang dibandingkan kawasan lainnya. Durasi musim hujan di wilayah tersebut, diprakirakan mencapai 16 hingga 18 dasarian.

Trayi menjelaskan, kondisi musim hujan yang lebih singkat berkaitan dengan pengaruh fenomena El Niño. Secara nasional, BMKG juga memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia.

Untuk awal musim hujan, Stasiun Klimatologi Bali memperkirakan sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada akhir November 2026. Wilayah tersebut, mencakup tiga Zona Musim (ZOM), sekitar 15 persen dari total wilayah ZOM Bali.

"Termasuk Kecamatan Banjar, Sukasada, Baturiti, Pupuan, Petang, dan Payangan. Mayoritas wilayah lainnya diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026," ujarnya.

Sebanyak 17 ZOM (sekitar 85 persen wilayah Bali), ia menuturkan, masuk dalam kelompok mengalami awal musim hujan pada bulan tersebut. Trayi mengatakan, seluruh 20 ZOM di Bali diprakirakan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

"Sebanyak 70 persen (ZOM) itu mundur tiga dasarian atau lebih. Bahkan ada yang mundur enam hingga tujuh dasarian," katanya.

Adapun puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Bali diprakirakan berlangsung pada Februari 2027. Prakiraan tersebut, sejalan dengan informasi BMKG yang menempatkan sebagian besar Bali berpotensi mengalami puncak musim hujan Februari 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....