ZaWIN 2026, BAZNAS Dorong Kolaborasi Perluas Dampak Zakat
- 28 Sep 2026 00:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak pengelolaan zakat bagi masyarakat.
- Kolaborasi dinilai penting agar potensi zakat nasional dapat diwujudkan menjadi penghimpunan dan penyaluran yang semakin optimal.
- ZaWIN 2026 menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan jejaring bagi para pengelola zakat dan wakaf nasional.
RRI.CO.ID, Bandung - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak pengelolaan zakat bagi masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar potensi zakat nasional dapat diwujudkan menjadi penghimpunan dan penyaluran yang semakin optimal.
Hal itu disampaikan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid saat menghadiri forum Zakat & Waqf for Inclusive Impact and Networking (ZaWIN) 2026 di Bandung, Selasa, 22 September 2026. Forum tersebut diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI bersama Rumah Zakat.
ZaWIN 2026 menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan jejaring bagi para pengelola zakat dan wakaf nasional. Forum ini juga mempertemukan pemangku kepentingan zakat, mulai dari pemerintah, BAZNAS, Forum Zakat hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Sodik mengatakan, penguatan kolaborasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan dampak zakat, infak, dan sedekah. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
“Alhamdulillah hari ini kami para stakeholder zakat dan infak sedekah melakukan acara dengan tema memperkuat dampak dan membangun kolaborasi,” ucap Sodik. Menurutnya, kolaborasi perlu terus diperkuat agar pengelolaan dana umat memberikan manfaat yang semakin luas.
Sodik menyebut potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun. Menurutnya, besarnya potensi tersebut harus diikuti peningkatan profesionalisme agar potensi zakat dapat diwujudkan menjadi realisasi penghimpunan dan penyaluran.
“Jangan hanya terus kita bermimpi potensi, potensi, potensi, tapi kita kurang realisasi,” ujar Sodik. Karena itu, peningkatan profesionalisme pengelola zakat menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
BAZNAS RI mengusung tiga arah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS-DSKL nasional. Ketiganya meliputi perluasan basis muzaki melalui Expand, penguatan transparansi dan profesionalitas melalui Trust, serta pembangunan sinergi berkelanjutan melalui Collaborate.
Sodik mengatakan kolaborasi perlu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, LAZ, dunia usaha hingga akademisi. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat meningkatkan kualitas program dan memperluas dampak penyaluran zakat bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat nasional. Lembaga zakat dinilai perlu menggeser orientasi dari sekadar mengejar penghimpunan menuju pemberdayaan mustahik.
Waryono mengatakan pengelolaan dana ZISWAF tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan karitatif jangka pendek. Pemberdayaan perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi agar mustahik dapat meningkatkan kesejahteraannya.
“Hari ini ukuran keberhasilan lembaga zakat termasuk BAZNAS tidak lagi sekadar seberapa banyak pengumpulan yang diperoleh,” kata Waryono. Menurutnya, keberhasilan juga harus diukur dari kemampuan lembaga menjadikan mustahik berdaya dan mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....