Jazuli Dorong Penguatan Organisasi dan Pendidikan Mathla’ul Anwar Jabar
- 24 Sep 2026 01:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini mendorong Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Barat memperkuat konsolidasi organisasi dan kolaborasi di bidang pendidikan
- Perpaduan generasi muda dan senior dalam kepengurusan dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan program organisasi
- Hal tersebut disampaikan Jazuli saat Pelantikan dan Rapat Kerja PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031 di Grand Sunshine, Kabupaten Bandung, Rabu, 23 September 2026
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini mendorong Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Barat memperkuat konsolidasi organisasi dan kolaborasi di bidang pendidikan. Perpaduan generasi muda dan senior dalam kepengurusan dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan program organisasi.
Hal tersebut disampaikan Jazuli saat Pelantikan dan Rapat Kerja PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031 di Grand Sunshine, Kabupaten Bandung, Rabu, 23 September 2026. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat, seminar, dan rapat kerja.
“Kepengurusan yang menggabungkan generasi muda dan generasi senior merupakan kekuatan. Di Jawa Barat, kombinasi ini menjadi modal penting untuk membawa organisasi bergerak lebih maju,” kata Jazuli.
Menurutnya, kolaborasi antargenerasi perlu diwujudkan melalui pembagian peran dan penguatan program. Ia menilai generasi muda perlu memperoleh ruang untuk berkontribusi dan mengembangkan kapasitasnya dalam organisasi.
“Rasulullah SAW memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk menjalankan tugas-tugas penting. Ini menjadi pelajaran bahwa generasi muda harus diberikan ruang untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi,” ujarnya.
Jazuli mengatakan PB Mathla’ul Anwar akan memberikan arah terhadap program organisasi. Sementara PW, Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Cabang (PC) memiliki peran dalam menerjemahkan serta menjalankan program tersebut di masing-masing wilayah.
Ia juga mengingatkan Mathla’ul Anwar telah berusia lebih dari satu abad. Menurutnya, evaluasi dan pembenahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Mathla’ul Anwar adalah organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad. Kita harus terus melakukan evaluasi, introspeksi, dan pembenahan diri agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jazuli turut menyampaikan perkembangan jaringan Mathla’ul Anwar di dalam dan luar negeri. Organisasi tersebut saat ini terus mengembangkan jejaring ke sejumlah negara, antara lain Thailand, Malaysia, dan Belanda.
Pengembangan jaringan juga diarahkan ke sejumlah negara lain, seperti Turki, Belgia, dan Mesir. Sementara di dalam negeri, penguatan kepengurusan diarahkan antara lain ke Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Yogyakarta.
“Alhamdulillah, dengan tekad dan semangat yang kuat, Mathla’ul Anwar terus mengembangkan jaringan hingga ke luar negeri. Ini harus menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memperluas manfaat organisasi,” katanya.
Jazuli menilai Jawa Barat memiliki posisi penting dalam pengembangan Mathla’ul Anwar. Selain penguatan kelembagaan, ia meminta perhatian diberikan terhadap peningkatan kualitas madrasah dan lembaga pendidikan.
“Perkuat kolaborasi, terutama di bidang pendidikan. Jika madrasah dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar berkualitas, maka kualitas organisasi dan kontribusi Mathla’ul Anwar secara keseluruhan akan ikut terangkat,” ujarnya.
Ia juga mendorong Muslimat Mathla’ul Anwar (MUSMA) memperkuat program ketahanan keluarga. Salah satunya melalui penyusunan modul parenting, pendidikan pernikahan, dan pelatihan pranikah bagi calon orang tua.
“Muslimat Mathla’ul Anwar perlu mengambil peran dalam menyiapkan modul parenting dan pernikahan, termasuk pelatihan pranikah bagi calon ayah dan calon ibu. Kualitas keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun umat,” katanya.
Dalam arahannya, Jazuli turut menyampaikan sikap organisasi terkait berbagai persoalan sosial sesuai nilai yang dianut Mathla’ul Anwar. Ia menekankan pendekatan edukasi kepada masyarakat dalam merespons persoalan-persoalan tersebut.
Jazuli juga mengajak seluruh jajaran Mathla’ul Anwar memperkuat ukhuwah dan menjaga persatuan internal organisasi. Ia meminta ruang organisasi tidak digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar maupun memicu perpecahan.
“Tidak boleh ada lagi warga Mathla’ul Anwar yang justru menggunakan ruang organisasi untuk menyebarkan hoaks, mengadu domba, atau memecah belah sesama,” ujarnya.
Selain menjaga persatuan internal, ia mendorong Mathla’ul Anwar terus memperkuat hubungan dengan organisasi kemasyarakatan dan elemen umat lainnya. Menurutnya, kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....