Kementerian PU Siapkan Sumur Bor Dangkal di Cirebon, Tingkatkan Ketersediaan Air
- 22 Sep 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum sedang mempersiapkan pembangunan sumur bor dangkal di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
- Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan air bersih bagi warga setempat yang menghadapi keterbatasan sumber air, terutama selama musim kemarau.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan sumur bor dangkal di Desa Slangit, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih saat menghadapi keterbatasan selama musim kemarau.
Lokasi pembangunan di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, merupakan wilayah yang menghadapi keterbatasan air bersih. Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menyiapkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pemenuhan kebutuhan air menjadi perhatian selama musim kemarau. Menurut dia, penurunan debit sumber air dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar sehari-hari,” ujarnya, Selasa 22 September 2022. “Karena itu kami memastikan dukungan air bersih dapat segera diberikan kepada warga yang membutuhkan.”
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Arnold Ritiauw, mengatakan penanganan masalah tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan. Menurut dia, ini mencakup penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memenuhi kebutuhan penduduk secara berkelanjutan.
Pembangunan sumur bor dangkal menjadi salah satu upaya jangka panjang untuk menyediakan sumber air bersih. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kedalaman 15 hingga 25 meter dan mulai dibangun pada akhir September 2026.
BBWS Cimanuk Cisanggarung sebelumnya telah membangun dua sumur gali untuk membantu kebutuhan air warga setempat. Masing-masing sumur memiliki kedalaman sekitar 7,5 meter dan diameter satu meter.
Setiap sumur menghasilkan air sekitar 0,277 liter per detik yang dilengkapi filter penyaring air. Ini bertujuan untuk meningkatkan kejernihan serta kualitas air sebelum dimanfaatkan oleh penduduk setempat.
Pengelolaan sumber air juga diperkuat melalui rencana normalisasi Saluran Pembuang Mata Meong setelah musim panen. Pekerjaan normalisasi menunggu panen selesai karena akses saluran masih digunakan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
Selain penyediaan sumber air, pemenuhan kebutuhan warga dilakukan melalui distribusi air bersih sebanyak 44 ribu liter. Distribusi tersebut dilakukan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan PDAM Kabupaten Cirebon selama periode Agustus-September 2026.
Empat unit toren berkapasitas masing-masing 1.050 liter juga ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis. Ini dilakukan untuk mendukung distribusi sekaligus mempermudah akses warga memperoleh air bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....