Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pantai Utara Banggai, Tak Berpotensi Tsunami
- 21 Sep 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi tektonik magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, Senin 21 September 2026 pukul 14.31.08 WIB.
- Menurut Wijayanto, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi tektonik magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, Senin, 21 September 2026 pukul 14.31.08 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, episenter gempa berada di laut, sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Puah. Lokasi gempa berada pada koordinat 0,70 derajat Lintang Selatan dan 122,46 derajat Bujur Timur.
“Gempa bumi ini memiliki magnitudo 5,3 dengan kedalaman 14 kilometer. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Senin, 21 September 2026.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip,” ujarnya.
Gempa dirasakan cukup kuat di Kota Luwuk dengan intensitas IV-V MMI. Getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan menyebabkan sejumlah benda di dalam rumah bergoyang.
Sementara itu, di Kabupaten Pohuwato, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang melintas.
BMKG mencatat hingga pukul 14.50 WIB telah terjadi satu gempa bumi susulan dengan magnitudo 4,1. Wijayanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa bumi susulan dan akan menyampaikan informasi terbaru melalui kanal komunikasi resminya. “Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....