RK13 Tumbuh dari Kebersamaan, Kreativitas, dan Ruang Publik
- 19 Sep 2026 00:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RK13 tumbuh dari sebuah ruang sederhana di Sragen, Jawa Tengah
- Lalu kemudian berkembang menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, kreativitas, perjalanan, dan kegiatan sosial
- Pendiri RK13, Ares, mengatakan perjalanan tersebut bermula dari rumahnya yang kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah kawan dengan latar belakang berbeda
RRI.CO.ID. Jakarta - RK13 tumbuh dari sebuah ruang sederhana di Sragen, Jawa Tengah. Lalu kemudian berkembang menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, kreativitas, perjalanan, dan kegiatan sosial.
Pendiri RK13, Ares, mengatakan perjalanan tersebut bermula dari rumahnya yang kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah kawan dengan latar belakang berbeda. Dari ruang sederhana itu kemudian lahir berbagai aktivitas yang menekankan kebersamaan dan semangat berkarya.
“Awalnya dari rumah saya di Sragen yang benar-benar tampak seperti kandang babi, berantakan, kumuh, dan jelek pada saat itu. Tapi di sana terlahir banyak gagasan tentang kebersamaan,” kata Ares, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut Ares, orang-orang yang datang saat itu berasal dari berbagai daerah dan banyak berkegiatan di bidang berbasis internet. Di antaranya programmer, pentester, bug hunter, hingga pelaku perdagangan aset digital.
Pada masa ketika pekerjaan berbasis internet belum banyak dipahami masyarakat. Aktivitas tersebut sempat memunculkan berbagai anggapan dari lingkungan sekitar.
“Waktu itu internet masih dianggap aneh bagi sebagian orang. Karena kawan-kawan datang dari jauh, bekerja dari internet, dan menghasilkan uang dari sana, akhirnya muncul macam-macam anggapan. Bahkan ada yang mengira kami memelihara babi ngepet,” ujarnya.
Seiring waktu, nama RK13 kemudian berkembang menjadi identitas yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Mulai dari perjalanan, kegiatan sosial, kreativitas, hingga kolaborasi.
RK13 juga tumbuh dekat dengan kultur motor kustom dan motor klasik. Kendaraan menjadi salah satu media ekspresi bagi sebagian kawan-kewan yang terlibat di dalamnya.
Semangat Do It Yourself atau DIY menjadi salah satu nilai yang berkembang. Terutama dalam proses membangun dan mengembangkan sesuatu secara mandiri.
“Semangat membangun sendiri tersebut sejalan dengan karakter RK13 yang tidak ingin terlalu bergantung pada pola-pola lama,” kata Ares. Menurutnya, semangat tersebut tidak hanya terlihat dalam kultur otomotif, tetapi juga dalam cara RK13 membangun karya, aktivitas, dan jejaringnya sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....