Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Laut Banda, Tak Berpotensi Tsunami

  • 12 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Banda, Sabtu 12 September 2026.
  • Hingga pukul 13.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Banda, Sabtu, 12 Septemnber 2026 pukul 13.14.31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 6,04 derajat Lintang Selatan dan 130,62 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut, sekitar 227 kilometer barat laut Tanimbar, dengan kedalaman 145 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah Gempa dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Banda.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah. Gempa ini akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda,” ujar Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu, 12 September 2026.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Gempa dirasakan dengan intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI) di Amahai, Maluku Tengah, serta Molu Maru dan Wuar Labobar, Maluku Tenggara Barat.

Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto.

Hingga pukul 13.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Meski demikian, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta mengikuti perkembangan gempa bumi melalui kanal komunikasi resmi BMKG. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....