MediaMIND 2026 Buka Ruang Jurnalis Babel Angkat Realitas Pertambangan Timah

  • 10 Sep 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MediaMIND 2026 membuka ruang bagi jurnalis lokal Bangka Belitung untuk membawa cerita dan realitas pertambangan timah ke tingkat nasional.
  • Kedekatan jurnalis daerah dengan masyarakat dan wilayah tambang menjadi kekuatan dalam menghadirkan perspektif yang lebih utuh, humanis, dan berimbang.
  • PT Timah berharap MediaMIND melahirkan perspektif baru tentang pertambangan, termasuk kontribusi perusahaan dalam pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan.

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - MediaMIND 2026 membuka ruang bagi jurnalis Bangka Belitung untuk mengangkat pengalaman dan realitas pertambangan timah kepada audiens yang lebih luas. Kompetisi karya jurnalistik ini menjadi wadah bagi wartawan daerah menghadirkan perspektif utuh dari dekatnya mereka dengan aktivitas pertambangan dan kehidupan masyarakat.

Kompetisi yang digagas Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tersebut juga mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya melihat industri pertambangan dari sisi bisnis dan produksi. Namun, juga dampak sosial serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Jurnalis Jurnal Indonesia, Alza Munzi, mengatakan MediaMIND 2026 menjadi kesempatan bagi wartawan Bangka Belitung untuk membawa berbagai cerita lokal ke tingkat nasional bahkan lebih luas.

“Ini pertama kali saya mengikuti MediaMIND. Menurut saya kegiatan seperti ini penting karena teman-teman wartawan di Bangka Belitung memiliki banyak pengalaman dan cerita mengenai pertambangan timah yang bisa dibawa tidak hanya ke tingkat nasional, tetapi juga lebih luas lagi," kata Alza usai sosialisasi MediaMIND 2026 di kantor PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Alza, peliputan sektor pertambangan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari akses terhadap narasumber hingga dinamika yang terjadi di lapangan. Namun, pengalaman tersebut juga membuka peluang bagi jurnalis untuk menghadirkan cerita dengan sudut pandang yang lebih dekat dan humanis.

Ia pun berencana mengangkat isu kelompok rentan, seperti perempuan dan anak yang terdampak aktivitas pertambangan. Menurutnya, isu tersebut masih belum banyak mendapat perhatian, padahal berkaitan erat dengan perubahan sosial dan program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Division Head CSR PT Timah Tbk, Rahmat Taufik, mengatakan MediaMIND menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan, media, dan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun pemahaman publik yang lebih utuh mengenai industri pertambangan.

"Harapannya melalui MediaMIND muncul perspektif-perspektif baru mengenai PT Timah. Perusahaan bukan hanya melakukan kegiatan penambangan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun program-program keberlanjutan," ujar Rahmat.

Melalui MediaMIND 2026, jurnalis diharapkan dapat menghadirkan karya-karya yang menggali berbagai sisi industri pertambangan. Mulai dari aktivitas operasional hingga dinamika sosial masyarakat, termasuk upaya pemberdayaan dan keberlanjutan di wilayah sekitar pertambangan.

Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi jurnalis daerah untuk memperkenalkan perspektif lokal mengenai pertambangan timah kepada khalayak yang lebih luas melalui karya jurnalistik yang mendalam dan berimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....