Pemilik Kapal Pastikan Speedboat Lima Wartawan dalam Kondisi Layak Berlayar

  • 09 Sep 2026 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapal dinyatakan layak berlayar, membawa delapan orang, dokumen lengkap, jaket pelampung, serta GPS portabel.
  • Pencarian dilakukan bersama Basarnas, nelayan, dan kerabat di Pulau Sebesi setelah kapal kehilangan kontak.
  • Lima jurnalis hilang kontak setelah berangkat dari Carita menuju perairan Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak lima jurnalis hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Senin, 8 September 2026. Rombongan yang berangkat menggunakan speedboat itu untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemilik kapal, Sandi Wiasa, memastikan speedboat dalam kondisi layak berlayar serta membawa dokumen perizinan dan jaket pelampung lengkap. Menurut Sandi, kondisi perairan saat keberangkatan tergolong normal dan kapal membawa delapan orang sesuai kapasitas kapal yang tersedia.

Ia mengatakan informasi hilang kontak pertama kali diterimanya dari Kapolsek Carita, bukan langsung dari nakhoda yang membawa rombongan. Setelah menerima informasi itu, ia kemudian berupaya menghubungi sejumlah pihak untuk mengetahui keberadaan kapal dan seluruh penumpang tersebut.

"Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan. Masih layak, kapal layak untuk jalan," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 9 September 2026.

Kapal tersebut juga memiliki global positioning system atau GPS portabel yang dapat membantu mengetahui posisi ketika digunakan secara optimal. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah perangkat tersebut masih dapat digunakan untuk melacak keberadaan kapal yang hilang kontak.

Setelah mengetahui kabar tersebut, ia menghubungi sejumlah kerabat di Pulau Sebesi, Lampung, untuk membantu mencari rombongan tersebut bersama. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan koordinasi bersama Basarnas dan nelayan setempat yang berada di sekitar wilayah perairan Lampung.

"Saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," ujarnya.

Ia menjelaskan perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam dalam kondisi perairan normal. Menurut dia, pemandu rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya beberapa jam setelah keberangkatan.

Foto tersebut dikirim sekitar empat jam setelah kapal bertolak dari Carita dan memperlihatkan kondisi Gunung Anak Krakatau dengan jelas. Ia menyebut posisi kapal saat foto diambil berada lebih dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat bertolak dari Dermaga Pagedongan pada Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya hilang kontak di perairan Selat Sunda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....