Speedboat Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau, SAR Lakukan Pencarian
- 08 Sep 2026 21:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Empat kapal dikerahkan, namun pencarian terkendala arus dan cuaca kurang bersahabat.
- Lokasi terakhir speedboat sekitar 10 mil laut dari Dermaga Marina Carita, tanpa tanda keberadaan kapal.
- Tim SAR gabungan masih mencari speedboat yang membawa delapan orang dan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebuah speedboat membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Selasa malam, 8 September 2026, di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, dalam program Kentongan Pro 3 RRI, mengatakan pencarian masih dilakukan malam ini. “Tim SAR gabungan masih melaksanakan pencarian,” kata Rizky, Selasa, 8 September 2026.
Kantor SAR Banten mengerahkan empat kapal, terdiri dari dua speedboat, satu kapal RIB, dan KM SAR Tuka. RIB 02, menurut Rizky, telah kembali ke Dermaga Marina karena terkendala arus dan cuaca kurang bersahabat.
Rizky menjelaskan, speedboat yang hilang kontak tersebut, bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin pukul 14.00 WIB. Speedboat membawa sejumlah jurnalis, kru, dan seorang pemandu untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir terjadi pukul 14.42 WIB melalui fitur berbagi lokasi oleh salah satu penumpang. Namun pada pukul 15.04 WIB, seluruh penumpang kemudian dilaporkan hilang kontak dan belum ditemukan.
Lokasi terakhir berada di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau, sekitar 10 mil laut dari Dermaga Marina Carita. Hingga pencarian hari pertama berakhir, tim SAR belum menemukan tanda keberadaan speedboat tersebut.
Pencarian sementara difokuskan melalui jalur laut, sedangkan pencarian udara akan disesuaikan dengan rencana operasi berikutnya. Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, lanjut Rizky, menjadi salah satu kendala bagi penerbangan dalam operasi pencarian.
Tim SAR juga akan mempertimbangkan kemungkinan speedboat berlindung atau bersandar di pulau-pulau kecil sekitar lokasi. “Kami akan memaksimalkan proses pencarian, termasuk ke pulau-pulau kecil di sekitarnya yang kemungkinan bisa saja menjadi tempat mereka bersandar,” kata Rizky.
Untuk menjaga keselamatan personel, Basarnas meningkatkan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG selama operasi berlangsung. Rizky menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menurun, sementara abu vulkanik berangsur semakin tipis.
Sebelumnya diinformasikan sebuah speedboat yang membawa sejumlah jurnalis dari beberpa media dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda. Para jurnalis ini diketahui akan melakukan kegiatan peliputan aktivitas gunung Anak Krakatau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....